Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Museum di Kediri Berinovasi agar Dongkrak Kunjungan Masyarakat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 17:25 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Masih minimnya kajian sejarah dari koleksi-koleksi Museum Airlangga dibenarkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri.

Dan, mereka tidak tinggal diam. Salah satunya mulai melakukan kajian pada ratusan koleksi yang dimiliki.

“Supaya koleksi museum punya deskripsi sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat,” dalih Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad.

Dengan begitu, koleksi-koleksi sejarah akan memiliki riwayat yang jelas. Seperti di zaman apa objek itu dibuat dan riwayat lain yang menyertai. “

Dari situ kita sosialisasikan. Sekarang ini kita punya sasaran pelajar di seluruh Kota Kediri.

Jadi setiap tahun kita pasti ada kegiatan belajar bersama dengan sasaran pelajar SMP dan SMA,” beber pria yang akrab disapa Ayik itu.       

Saat ini koleksi Museum Airlangga sebanyak 373 objek. Mencakup berbagai jenis yang dikurasi dari berbagai daerah di Kediri.

Mulai dari arca, prasasti, relief, hingga koleksi ikonnya yang berupa jambangan batu yang konon berfungsi sebagai penampungan air suci. Dari ratusan koleksi itu, belum semuanya tuntas dikaji sejarahnya.

“Kami setiap tahun menganggarkan berapa (koleksi) yang harus dikaji. Sampai nanti itu semuanya ada deskripsi hasil kajiannya.

Dan harapannya seluruh koleksi di situ bisa diketahui ini dulu sejarahnya seperti apa,” bebernya sembari menyebut, pihaknya mulai rutin melakukan kajian sejak 2019 lalu.    

Dari 373 koleksi itu baru 15-20 persen yang sudah dikaji. Lainnya sudah memiliki deskripsi, namun kurang lengkap. Karena belum melalui kajian penelitian.

“PR-nya masih banyak. Kami mulai 2019 dan setiap tahun biasanya sekitar lima yang dikaji. Dan itu melibatkan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi,” ungkap Ayik.

Selain mencoba terus berbenah lewat pengkajian koleksi, pihaknya juga berupaya menghadirkan inovasi-inovasi.

Tujuannya, agar setidaknya masyarakat mau mengunjungi museum di tengah derasnya perkembangan zaman yang terus menggerus eksistensinya.

Salah satu yang mulai digencarkan adalah dengan mengadakan ekshibisi. Tahun ini, pertama kali digelar pameran museum di luar museum. Yakni, dengan menyasar ruang publik seperti taman sebagai lokasinya.

“Kita juga coba menggelar acara-acara di kawasan museum. Orang yang di sana akhirnya melihat ada museum dan mau ke sana,” tandasnya.

Dari Kabupaten Kediri, gedung museum masih proses penyelesaian pembangunan. Bangunan utamanya sudah rampung pada akhir 2023 lalu. Namun, beberapa masih belum seleisa dibangun. Seperti pagar dan area parkir.

“Karena anggarannya belum ada, jadi rencananya dilanjutkan tahun depan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin.

Solikin menegaskan, walaupun belum rampung 100 persen, namun bukan berarti bangunan tersebut mangkrak.

 Walaupun kelanjutan pembangunannya direncanakan masih akan dilakukan 2025, namun gedung yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu itu tidak dibiarkan kosong. Sejak Januari lalu, Satpol PP ditugaskan untuk bermarkas di sana.

“Jangan sampai kosong. Kalau kosong jadinya kan malah rusak, karena tidak dirawat dan sebagainya,” jelas Solikin.

Pembangunan Museum Sri Aji Jayabaya itu ditujukan untuk menyimpan berbagai benda purbakala yang ada di wilayah Kabupaten Kediri. Karena sebelumnya memang banyak benda bersejarah yang dititipkan.

Seperti di desa-desa maupun rumah warga. Adanya museum itu nantinya diharapkan benda purbakala yang ada di Kabupaten Kediri bisa lebih terjaga.

“Untuk saat ini benda-benda sejarahnya masih disimpan dan diditipkan di bangunan joglo yang ada di belakang gedung dewan,” jelas Solikin.

Selain itu, museum itu nantinya juga akan digunakan sebagai tempat kegiatan kebudayaan. Seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu, yakni pagelaran Kreasi Kentrung Modern yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, bahwa nantinya, setelah sarpras museum lengkap, sekaligus benda-benda sejarah disimpan di museum, serta Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kediri berkantor di sana, Satpol PP juga tetap akan berkantor di sana.

“Karena nantinya yang menjaga juga Satpol PP. Jadi memang berkantor di di situ,” jelasnya.

Untuk saat ini, karena Satpol PP juga sudah menempati bangunan itu, Kaleb menyebut, yang melakukan perawatan juga satpol PP.

“Dari pada tidak ada yang merawat, satpol ditempatkan di sini lebih awal, untuk menjaga dan merawatnya,” jelasnya.

Terpisah,  Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PerkimKabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan, bahwa pembangunan museum itu sudah hampir 100 persen. Tinggal pemasangan pagar dan juga area parkir.

Terkait hal tersebut, Irwan mengatakan, bahwa sedang proses pengusulan ke Pemkab Kediri. Adapun anggarannya sekitra Rp 750 juta.

“Rencananya tahun depan sudah bisa mulai dikerjakan,” jelasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kediri #museum #Dongkrak #kunjungan #jawapos