Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sabetan Wayang Sujiwo Tejo Pikat Penonton di Area Wisata Gua Selomangleng Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 29 September 2023 | 17:00 WIB

TOTALITAS: Sujiwo Tejo mementaskan lakon Wahyu Hidayat dalam pentas di area Gua Selomangleng (26/9).
TOTALITAS: Sujiwo Tejo mementaskan lakon Wahyu Hidayat dalam pentas di area Gua Selomangleng (26/9).

KEDIRI, JP Radar Kediri–Sujiwo Tejo ndalang semalam suntuk di kawasan Gua Selomangleng Selasa malam (26/9). Kehadiran budayawan kenamaan itu jadi magnet penonton. Ratusan orang memadati area wisata di barat Sungai Branta situ untuk menyaksikan pagelaran bertajuk Wahyu Hidayat.

Pentas wayang semalam suntuk oleh Sujiwo Tejo merupakan rangkaian pentas seni Daulat Budaya Nusantara. Selain di Kediri, acara tersebut akan digelar di total sembilan lokasi. Mulai dari Sabang sampai Merauke.

Perwakilan Panitia Daulat Budaya Nusantara Paox Iben mengatakan, pemilihan konsep ‘berdaulat’ tak terlepas dari keberagaman budaya di Indonesia yang justru menciptakan keutuhan bangsa. “Bicara budaya tidak hanya wayang. Apapun yang dilakukan manusia adalah kebudayaan,” ujarnya sembari menyebut konsep itu turut membentuk keragaman budaya Indonesia.

Selain di Kediri, menurutnya ada delapan daerah lain yang akan jadi lokasi pementasan. Di antaranya, Kepulauan Anambas, Purwakarta, Jepara, Pulau Alor, Ternate, hingga Papua. Artikulasi budaya di masing-masing titik itu disesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Sehingga, tidak hanya wayang, melainkan akan ada beragam kesenian yang ditampilkan di tiap lokasi.

Baca Juga: Ekskavasi Hari Terakhir, BPK Jatim Temukan Pancuran Air Candi Klotok

“Kenapa titik awalnya di Kediri? Karena jika kita baca-baca kitab lagi, titik awal Nusantara itu dari Kediri,” tuturnya. Dengan adanya safari budaya tersebut, ia berharap bisa tercipta harmoni di Indonesia. Terutama jelang tahun politik 2024 nanti. Di mana, eskalasi konflik dalam negeri berpotensi terjadi.

Terpisah, Ketua Panitia Daulat Budaya Nusantara Heris Heryanto menambahkan, penampilan seni akan disesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Misalnya, mereka menggelar wayangan di pulau Jawa. “Kami mencari tempat-tempat yang punya energi besar secara spiritual. Baik itu dari segi sejarah atau sekarang,” ucap Heris tentang pemilihan Selomangleng.

Sebelum memulai perjalanan budaya di sembilan titik tersebut, panitia melakukan ruwatan atau ritual. Prosesnya berlangsung selama dua minggu di Gua Selomangleng. Selain itu, secara khusus ia menekankan gelaran budaya itu tidak berafiliasi dengan politik. Artinya, masyarakat umum yang berusaha dirangkul. Sehingga, tidak ada ruang bagi politik praktis untuk menggunakan panggung tersebut.

“Kami mempersilakan semuanya hadir. Tetapi mohon maaf kami tidak ada ruang untuk beliau-beliau (calon peserta pemilu) sambutan. Kegiatan ini juga kami targetkan bisa selesai sebelum Januari. Pokoknya sebelum 2024. Karena itu menjelang pemilu,” tandasnya.

Baca Juga: BPK Jatim 10 Hari Ekskavasi dengan Gali Anak Tangga Candi Klotok, Ini yang Terlihat

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di kawasan Gua Selomangleng, menyaksikan pentas wayang dengan antusias. Sabetan wayang hingga intonasi Sujiwo Tejo dalam membawakan karakter tokoh pewayangan, agaknya jadi perhatian mereka.

Indah, 36, salah satu penonton mengaku senang bisa melihat Sujiwo Tejo mendalang. “Sebenarnya ini asyik wayangnya. Tapi harus pulang dulu soalnya ini anaknya besok sekolah,” kata perempuan yang menonton bersama anaknya itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#semalam suntuk #goa selomangleng #sujiwo tejo #dalang wayang