Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Umat Hindu Kediri Ikuti Upacara Melasti di Waduk Siman dan Taman Brantas

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 20 Maret 2023 | 17:55 WIB
ANTUSIAS: Umat Hindu Kota Kediri mengarak sesaji untuk ritual melasti di Sungai Brantas. Di Kabupaten Kediri, umat menggelar ritual larung sesaji di Waduk Siman. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
ANTUSIAS: Umat Hindu Kota Kediri mengarak sesaji untuk ritual melasti di Sungai Brantas. Di Kabupaten Kediri, umat menggelar ritual larung sesaji di Waduk Siman. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
KEDIRI, JP Radar Kediri–Ratusan umat Hindu di Kediri Raya melakukan ritual melasti, kemarin. Upacara yang dilakukan untuk menyucikan alam jelang hari raya Nyepi itu dilakukan di dua tempat berbeda. Umat Hindu Kota Kediri menggelar melasti di Sungai Brantas, sedangkan umat Hindu Kabupaten Kediri melakukannya di Waduk Siman, Kepung.

Pantauan koran ini di Kota Kediri kemarin, ratusan umat Hindu yang berkumpul di halaman GNI langsung berjalan menuju Taman Brantas sambil membawa sejumlah sesembahan. Di taman yang terletak di tepi Sungai Brantas itu ritual dilaksanakan.

Diiringi musik gamelan, umat Hindu anak-anak hingga dewasa mengikuti ritual penyucian alam. “Makna melasti adalah pengambilan tirta suci untuk penyucian buana agung (alam semesta) dan buana alit (diri manusia),” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kediri Ni Made Susilawati.

Photo
Photo
(Foto: Emilia Susanti)

Setelah tiga tahun berturut-turut melasti digelar di Pura Penataran Agung Kilisuci, di Klotok, menurut perempuan yang akrab disapa Made itu, kali pertama melasti kembali digelar di Sungai Brantas. “Setelah melasti nanti ada tawur kesanga dan pawai ogoh-ogoh,” lanjutnya tentang acara yang digelar Selasa (21/3) nanti di taman Sekartaji hingga finish di Pura Kilisuci.

Sementara itu, melasti juga digelar umat Hindu Kabupaten Kediri di Waduk Siman. Pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, ritual yang diikuti oleh ratusan umat itu dilaksanakan dengan khidmat.

Diawali dengan pembacaan doa-doa, melasti di Waduk Siman yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu ditutup dengan ritual larung sesaji. Ada belasan sesaji berupa hasil bumi hingga hewan yang dilarung di aliran waduk yang dibuat oleh Bagawan Tabari itu.

Sekitar pukul 11.30, rangkaian melasti selesai. Pandita yang sudah mengambil air suci lantas membawanya ke pura di Kabupaten Kediri. “Ini (melasti, Red) yang terbesar setelah sebelumnya hanya digelar sederhana,” kata Radi,ketua Panitia Hari Raya Nyepi Kabupaten Kediri.

Sekitar seribu umat yang mengikuti upacara kemarin menurut Radi berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Kediri. Mereka antusias mengikuti rangkaian ritual di patirtaan tua di Bumi Panjalu itu.

Setelah menyucikan diri sendiri dan alam semesta lewat melasti, umat Hindu Kabupaten Kediri masih akan melakukan tawur kesanga yang biasanya diisi dengan pawai ogoh-ogoh itu akan dilakukan di 14 kecamatan. “Khusus untuk pawai ogoh-ogoh tidak boleh ada nuansa dewa,” jelasnya sembari menyebut dalam pawai juga tidak boleh ada minuman keras dan suara sound yang keras.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita viral #berita hari ini #update berita kediri #nyepi