KABUPATEN, JP Radar Kediri - Menjelang hari terakhir Festival Kuno Kini (FKK) 2025, pengunjung masih dihibur oleh pertunjukan tari tradisional. Seperti kemarin (31/5) sore, setidaknya ada tiga pertunjukan tari. Dimana dibuka oleh sanggar tari Nawasena yang membawakan tari Gambyong Pareanom. “Tari ini menceritakan tentang remaja yang beranjak dewasa,” ungkap Cahaya Ramdani salah satu penari dari Sanggar Tari Nawasena.
Dari pengamatan yang dilakukan oleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Cahaya bersama dengan keempat temannya Lismaya Hanum Najwasani, Farizka ega Novelahara, Zanetta anggraeni dan Gelsi kalila wibowo tampil lemah gemulai dengan berbalut kostum kemben kain shibori berwarna merah yang dipadukan kain jarik. “Jadi tari gambyong ini sebuah tari yang melambangkan kesuburan dan keberhasilan panen,” imbuhnya.
Cahaya menceritakan bahwa untuk pengetesan ini mereka melakukan latihan selama lima bulan. Selain ditampilkan dalam acara FKK, namun juga pernah ditampilkan di acara bersih desa.
Penampilan kedua dipersembahkan dari MI Nurul Huda. Kelompok tari yang beranggotakan Sofia Putri Ahzahra, Putri Adriningrum Alesa, Aida Fara Nafiza, Diannisa Intan Saphira Zahro dan Hardianti Aulia Ramadhani menarikan tentang kisah kepompong yang menjadi kupu-kupu. “Untuk pertunjukan ini membutuhkan latihan lima hari,” jelas Puji Astuti sebagai guru pendamping.
Dengan kostum bersayap berwarna kuning, kelima anak ini tampil dengan energik. Selama mereka tampil, mereka diiringi oleh tepuk tangan penonton. Padahal mereka hanya pernah tampil ketika ada acara perpisahan di sekolah.
Selain penampilan kelompok, namun juga ada penampilan tari tunggal dari Zsa zsa zabrina putri. Bocah berusia 12 tahun ini membawakan tari Legong Mahawidya dari Bali. “Karena sudah sering menarikan tarian ini, untuk penampilan ini tidak latihan,” aku Zsa Zsa.
Zsa Zsa menampilkan tari Legong Mahawidya dengan totalitas. Tidak hanya gerakan tariannya yang lemah gemulai, namun kostum yang dikenakannya ini dibeli langsung dari pembuat gerakan tarian tersebut. “Jadi kostum ini sudah pakemnya untuk tarian ini,” imbuhnya.
Kepiawaian bocah yang kini duduk dibangku kelas 6 SDN Sumbercangkring ini memang harus diacungi jempol. Sebab sebelumnya ia pernah menjadi second runner up putri cilik Jawa Timur 2024.
Editor : Jauhar Yohanis