Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Zakat Fitrah Harus Diberikan Berupa Beras? Begini Penjelasan Para Ulama dan Anjuran Nabi

Khansa Dhiya Ramadhania • Jumat, 27 Februari 2026 | 18:10 WIB

Zakat Fitrah Berupa Beras
Zakat Fitrah Berupa Beras

JP Radar Kediri – Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim menjelang Hari Raya Idulfitri.

Zakat ini berfungsi sebagai penyucian jiwa setelah menjalankan puasa Ramadan sekaligus bentuk kepedulian sosial agar kaum dhuafa ikut merasakan kebahagiaan hari raya.

Secara umum, zakat fitrah dibayarkan sebanyak 1 sha’ (sekitar 2,5 kg per jiwa) berupa bahan makanan pokok sesuai makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat, seperti beras di Indonesia.

Waktu pembayarannya dianjurkan ditunaikan sebelum salat Idulfitri, agar dapat langsung dimanfaatkan oleh penerima.

Anjuran Rasulullah Terkait Bentuk Zakat Fitrah

Anjuran bentuk pembayaran zakat fitrah didasarkan pada hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari

فَرَضَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat id. (H.R. Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa pada masa Rasulullah, zakat fitrah diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti kurma atau gandum. Adapun bagi negara Indonesia berupa beras 2,5 kg.

Pendapat Ulama dan Ustadz Adi Hidayat

Berpedoman pada hadis tersebut, mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa zakat fitrah lebih utama ditunaikan dalam bentuk makanan pokok, sebab tujuan utamanya adalah memastikan kaum dhuafa memiliki bahan makanan di hari raya.

Sementara itu, mazhab Hanafi membolehkan pembayaran dalam bentuk uang. Alasannya, uang dinilai lebih fleksibel dan bisa membantu penerima memenuhi kebutuhan lain selain makanan, seperti lauk-pauk, pakaian, atau kebutuhan mendesak.

Ustadz Adi Hidayat juga memberikan penjelasan terkait hal ini. Ia menyampaikan bahwa secara sunnah, zakat fitrah memang dicontohkan dalam bentuk makanan pokok.

"Filosofi zakat fitrah adalah memberikan logistik makanan bagi kaum miskin agar mereka bisa merasakan kebahagiaan hari raya. Karena lebih banyak ulamayang berpendapat bahwa zakat fitrah lebih baik menggunakan makanan pokok, maka zakat fitrah lebih utama diberikan dalam bentuk makanan pokok," terangnya.

Meski demikian, ia juga menyadari bahwa kondisi sosial dan kebutuhan setiap keluarga penerima zakat fitrah tidaklah sama.

Maka, dalam keadaan tertentu, pembayaran zakat fitrah menggunakan uang dapat menjadi alternatif. Selama dinilai lebih memberikan manfaat dan memudahkan penerima dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bulan ramadan #zakat fitrah beras atau uang #zakat fitrah berapa kg #anjuran nabi #Ramadhan 1447 H #Wajib Zakat #bulan suci #pendapat ulama #zakat fitrah beras #zakat fitrah #Ustadz Adi Hidayat #zakat ramadan #Bentuk Zakat Fitrah #bulan ramadhan #Anjuran Rasulullah SAW