Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wajib Catat! Ini Syarat Wajib, Syarat Sah, dan Rukun Puasa Agar Ibadah Tak Sia-sia

Arlintang Sekar Phambayun • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:30 WIB

Ramadhan Kareem
Ramadhan Kareem

 

JP RADAR KEDIRI – Sebagai umat Muslim, menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini hukumnya wajib bagi orang-orang yang beriman. Karena itu, penting bagi kita memahami apa saja Syarat Wajib, Syarat Sah, dan Rukun Puasa, agar ibadah yang kita lakukan benar-benar sah dan diterima oleh Allah SWT.

Sebab, jika poin-poin ini tidak terpenuhi, maka puasa yang dijalankan bisa menjadi tidak sah, tidak bernilai pahala, atau bahkan batal.

Pengertian Syarat Wajib dan Syarat Sah

Sebelum masuk ke pembahasan rukun, kita perlu membedakan antara syarat wajib dan syarat sah agar tidak tertukar:

Syarat Wajib

Kriteria yang membuat seseorang terkena kewajiban untuk berpuasa. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka orang tersebut tidak berdosa jika tidak berpuasa.

Syarat Sah

Ketentuan yang harus dipenuhi oleh seseorang agar puasanya dinilai sah secara agama. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka puasa yang dijalankan dianggap tidak sah.

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Seseorang diwajibkan menjalankan ibadah puasa jika memenuhi kriteria berikut:

Beragama Islam

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi umat Islam sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Para ulama sepakat bahwa puasa tidak diwajibkan bagi non-Muslim, termasuk orang yang murtad.

Baligh

Kewajiban puasa berlaku bagi Muslim yang telah baligh, yang ditandai dengan mimpi basah bagi laki-laki atau haid bagi perempuan. Anak yang belum baligh belum diwajibkan puasa, namun tetap dianjurkan untuk dilatih sejak dini.

Berakal

Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang berakal sehat, karena ibadah puasa membutuhkan kesadaran dan kemampuan menahan diri. Orang dengan gangguan jiwa tidak terkena beban kewajiban ini.

Mampu

Puasa diwajibkan bagi orang yang mampu secara fisik. Orang yang sakit parah atau lansia renta diperbolehkan tidak berpuasa, dengan kewajiban menggantinya di hari lain atau membayar fidyah.

Bermukim (Tidak sedang bepergian jauh)

Muslim yang menetap diwajibkan berpuasa. Untuk musafir diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya di hari lain. Namun, jika musafir merasa mampu berpuasa, dianjurkan untuk tetap berpuasa.

Baca Juga: Cepat Merasa Lemas tapi Belum Waktu Berbuka? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Syarat Sah Puasa Ramadhan

Agar puasa yang dikerjakan dianggap sah dan diterima secara syariat, syarat berikut harus terpenuhi:

Islam

Syarat utama sahnya ibadah adalah pelakunya seseorang yang beragama Islam atau Muslim.

Tamyiz

Yaitu kemampuan seseorang untuk membedakan mana yang baik dan buruk. Meskipun seorang anak belum baligh, jika ia sudah tamyiz, maka puasanya dinilai sah dan ia mendapatkan pahala.

Suci dari Haid dan Nifas

Syarat ini berlaku khusus bagi perempuan. Wanita yang sedang haid atau nifas dilarang berpuasa. Ia wajib mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan tersebut di luar bulan Ramadhan.

Mengetahui Waktu Puasa

Puasa hanya sah jika dilakukan pada waktu yang diperbolehkan. Tidak sah hukumnya berpuasa pada hari-hari yang dilarang, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik.

Rukun Puasa Ramadhan

Ada dua rukun puasa yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim:

Niat

Seorang Muslim wajib berniat puasa Ramadhan pada malam hari, mulai setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar (sebelum azan Subuh). Bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”

Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Orang yang berpuasa wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari (waktu Maghrib).

Beberapa hal yang membatalkan puasa, di antaranya:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Haid dan nifas
  4. Keluar mani dengan sengaja
  5. Berhubungan suami istri di siang hari
  6. Merokok
  7. Murtad

Sebagai umat Muslim, memahami rukun puasa dan syarat sah puasa merupakan bagian penting agar ibadah yang kita jalani benar-benar bernilai di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjalankan puasa dengan sempurna, menerima seluruh amal ibadah kita, serta melimpahkan keberkahan di setiap harinya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

 

Editor : Mahfud
#syarat sah puasa #muntah yang membatalkan puasa #syarat sah puasa adalah #Salah satu rukun puasa adalah niat #murtad yang membatalkan puasa #7 hal yang membatalkan puasa #hal hal yang membatalkan puasa #rukun puasa #Kebiasaan yang membatalkan puasa #rukun puasa ramadhan #rukun puasa adalah #apa sajakah syarat sah puasa #syarat wajib puasa #Hal yang Membatalkan Puasa #jelaskan yang dimaksud syarat sah puasa #sebutkan rukun puasa #Rukun Puasa Ramadan #rukun puasa ada #sebutkan syarat sah puasa #hilang akal yang membatalkan puasa #tuliskan syarat sah puasa #Syarat Sah Puasa dan hal yang Membatalkan