JP Radar Kediri – Menjelang waktu sahur, umat Muslim biasanya mulai memantau jam sambil menunggu penanda imsak. Begitu tulisan “imsak” muncul di jadwal, sebagian orang langsung berhenti makan dan minum. Namun, sebenarnya apa itu imsak? Apakah setelah imsak kita benar-benar tidak boleh makan lagi?
Secara bahasa, imsak berarti menahan diri. Dalam konteks puasa Ramadan, istilah ini digunakan sebagai tanda peringatan bahwa waktu sahur hampir habis dan fajar segera tiba. Namun, perlu dipahami bahwa imsak bukanlah penanda resmi dimulainya puasa. Imsak hanya berfungsi sebagai “alarm” atau pengingat agar umat Muslim bersiap menghentikan makan dan minum.
Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan 2026, Lengkap Arab-Latin dan Artinya
Di Indonesia, jadwal imsak biasanya dibuat sekitar 10–15 menit sebelum azan Subuh. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak kebablasan makan saat waktu puasa sudah masuk.
Menariknya, penetapan imsak sebagai waktu khusus ini tidak selalu ditemukan di negara lain. Di beberapa negara Timur Tengah, jadwal biasanya langsung menunjukkan waktu Subuh tanpa jeda imsak.
Di Indonesia, imsak menjadi tradisi keagamaan sekaligus budaya untuk membantu masyarakat lebih disiplin. Dengan adanya jarak waktu, orang punya kesempatan membereskan sahur, berkumur, dan bersiap salat Subuh tanpa terburu-buru.
Baca Juga: Cek Sekarang! Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Resmi dan Cara Download
Jadwal Imsak 1 Ramadan/19 Februari 2026 Kota Kediri
| Imsak | 04:09 |
| Subuh | 04:19 |
| Duha | 06.00 |
| Zuhur | 11.49 |
| Asar | 14.57 |
| Magrib | 17.59 |
| Isya | 19.09 |
Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak?
Selama waktu Subuh belum tiba, seseorang masih diperbolehkan makan dan minum. Imsak tidak otomatis membatalkan sahur. Meski begitu, banyak ulama menganjurkan untuk berhenti beberapa menit sebelum Subuh demi kehati-hatian. Tujuannya agar tidak terlambat menghentikan makan saat azan sudah berkumandang.
Jadi, jika imsak sudah masuk tetapi Subuh belum tiba, sahur tetap sah. Namun sebaiknya segera diselesaikan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil