JP Radar Kediri - Pondok Pesantren Lirboyo merupakan salah satu pondok besar yang berada di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Abdul Karim atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Mbah Manab, pada 1 Januari 1910. Mbah Manab lahir 1856 di Magelang, Jawa Tengah. Dan wafat pada 1954. Sejak awal berdirinya, Lirboyo dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tradisional yang menekankan penguasaan kitab kuning dan pembentukan karakter santri.
Sejak awal, hubungan kiai atau pengasuh pondok dengan santrinya bukan hanya sekadar guru dan murid. Mereka para santri menganggap kiai mereka sebagai sosok ayah di pondok, karena pada dasarnya mereka belajar langsung di kediaman kiai.
Di pondok, santri tidak hanya belajar ilmu agama atau ilmu Nahwu Shorof, tetapi juga mengajarkan adab. Adab begitu penting sampai-sampai ada ungkapan 'al-adabu fauqol ilmi' yang artinya adab lebih tinggi daripada ilmu.
Ungkapan ini bukan bermaksud mengatakan kalau ilmu itu tidak penting, tapi menjelaskan betapa penting nya adab seseorang. Kita bisa ambil contoh di zaman sekarang kita banyak melihat berita seseorang yang pintar hingga punya gelar doktor, namun sifat nya yang tidak mencerminkan selayak nya orang yang berilmu.
Imam Malik juga pernah bekata kepada murid nya, "Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu", menegaskan adab memang sepenting itu.
Di Lirboyo, konsep barokah salah satu kunci agar kelak ilmu yang diserap bisa bermanfaat dan berkah. Bagi sebagian besar kalangan modernis, konsep barokah sendiri sering dianggap melenceng dari norma manusia. Sulit dijelaskan karena tidak bisa diukur dengan logika empiris. Tapi para santri meyakini adanya barokah, semua ini tidak berarti apa-apa nya jika ilmu yang diserap nya tidak berkah.
Terbukti banyak dari para alumni Lirboyo menjadi tokoh masyarakat, pendidik, penggerak NU dari berbagai daerah. Hal ini menjadikan Lirboyo bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat kaderisasi yang berpengaruh dalam menjaga tradisi Islam Nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa barokah dan ketaatan santri melahirkan alumni yang militan dan loyal terhadap NU.
Inilah yang menjadikan Lirboyo sebagai bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menanamkan adab dan mencari keberkahan. Seberapa pun tinggi nya ilmu mu, tetap lah beradab.
Penulis adalah Muhammad Iqba Rasyid, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian