Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bolehkah Ucapkan Alhamdulillah setelah Bersin Saat Sedang Salat? Baca Ini!

Mohammad Basid Alharis • Selasa, 16 September 2025 | 00:23 WIB

 

Ilustrasi orang bersin.
Ilustrasi orang bersin.

JP Radar Kediri – Salat merupakan ibadah yang memiliki ketentuan-ketentuan tertentu dalam Islam, termasuk dalam hal gerakan, ucapan, hingga hal-hal yang bisa membatalkannya.

Salah satu hal yang kadang tak bisa dihindari oleh manusia adalah bersin, bahkan saat sedang salat. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum bersin saat salat? Apakah membatalkan salat?

Bolehkah mengucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin? Simak pembahasan secara ringkas berdasarkan pandangan ulama.

Bersin termasuk reaksi alami tubuh yang tidak bisa dikontrol secara penuh. Dalam Islam, segala sesuatu yang terjadi di luar kendali manusia seperti bersin, batuk, atau menguap tidak serta-merta membatalkan ibadah, termasuk salat.

Bersinnya itu sendiri tidak membatalkan salat. Mayoritas ulama sepakat bahwa bersin saat salat tidak membatalkan salat, karena bersin bukanlah tindakan yang disengaja dan tidak termasuk dalam kategori perbuatan yang membatalkan.

Dalilnya berasal dari prinsip dasar fikih bahwa sesuatu yang di luar kemampuan manusia tidak membatalkan ibadah.

Ini yang sering menjadi pertanyaan, apakah boleh mengucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin saat salat?

Para ulama berbeda pendapat. Pendapat mayoritas ulama (Jumhur) bahwa mengucapkan "Alhamdulillah" saat salat setelah bersin hukumnya makruh menurut mayoritas ulama.

Bahkan ada yang mengatakan tidak boleh, karena itu termasuk ucapan selain bacaan salat, yang bisa membatalkan salat jika dilakukan tanpa keperluan.

Dalil mereka antara lain hadis Nabi ﷺ yang melarang berbicara saat salat, "Sesungguhnya salat ini tidak patut ada percakapan manusia di dalamnya..." (HR. Muslim).

Pendapat ulama lain (misalnya: Mazhab Syafi’i dan sebagian dari Hanafi) boleh mengucapkan "Alhamdulillah" secara pelan/lirih, karena itu termasuk dzikir dan pujian kepada Allah, yang tidak membatalkan salat. Namun tetap disunahkan untuk tidak mengeraskan suara.

Jika seseorang di sebelah kita bersin dan mengucap "Alhamdulillah" saat salat berjamaah, tidak boleh menjawabnya dengan "Yarhamukallah" saat dalam salat.

Berdasarkan hadis, "Kami biasa mengucapkan 'Yarhamukallah' kepada orang yang bersin di masa Rasulullah ﷺ, namun ketika kami salat bersama Nabi ﷺ, lalu ada yang bersin, dan seseorang berkata 'Yarhamukallah', maka Nabi bersabda: 'Sesungguhnya salat ini tidak boleh di dalamnya ada perkataan manusia…'" (HR. Muslim)

Jadi, bersin saat salat tidak membatalkan salat. Mengucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin saat salat makruh atau tidak dianjurkan oleh mayoritas ulama.

Diperbolehkan secara pelan menurut sebagian ulama (terutama Syafi’iyyah). Menjawab bersin orang lain dengan "Yarhamukallah" dalam salat adalah dilarang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#islam #ibadah #alhamdulillah #bersin #salat