Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penyebab dan Amalan-Amalan Terhindar dari Mimpi Buruk dalam Islam

Mohammad Basid Alharis • Senin, 15 September 2025 | 01:21 WIB
Ilustrasi orang tidur.
Ilustrasi orang tidur.

JP Radar Kediri - Mimpi merupakan bagian dari pengalaman tidur manusia. Dalam Islam, mimpi terbagi menjadi tiga jenis. Yakni mimpi yang berasal dari Allah (ru'ya), mimpi yang berasal dari diri sendiri (hadits al-nafs), dan mimpi yang berasal dari setan (hulm).

Mimpi buruk termasuk dalam kategori terakhir, yaitu gangguan dari setan. Islam memberikan panduan yang jelas tentang penyebab mimpi buruk serta amalan-amalan yang dapat dilakukan agar terhindar darinya.

Adapun penyebab mimpi buruk menurut Islam.

Pertama, gangguan setan. Dalam hadits sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk berasal dari setan..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Setan berusaha mengganggu manusia, termasuk melalui mimpi buruk, untuk menimbulkan rasa takut, gelisah, dan kecemasan.

Kedua, kurangnya dzikir sebelum tidur. Lalai dari berdzikir atau membaca doa sebelum tidur membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan setan, termasuk mimpi buruk.

Ketiga, tidur dalam keadaan tidak suci. Tidur dalam keadaan belum berwudhu atau membawa najis ringan dapat membuka pintu gangguan jin dan setan.

Keempat, mengonsumsi hal-hal yang haram atau meragukan. Makanan atau minuman haram yang dikonsumsi dapat mempengaruhi jiwa dan hati, sehingga memicu mimpi buruk sebagai bentuk ketidakseimbangan spiritual.

Kelima, stres dan pikiran yang tidak tenang. Pikiran yang kacau, emosi yang tidak stabil, dan stres dapat menyebabkan seseorang mengalami mimpi yang buruk sebagai cerminan kondisi batinnya.

Islam memberikan sejumlah amalan dan sunnah yang dapat diamalkan untuk melindungi diri dari mimpi buruk

Pertama, berwudhu sebelum tidur. Berwudhu sebelum tidur termasuk sunnah Rasulullah ﷺ yang bisa membersihkan diri dari hadas dan memberikan ketenangan jiwa.

Kedua, membaca doa sebelum tidur. Di antara doa yang dianjurkan:

"Bismika Allahumma ahya wa amuut"
(Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati). (HR. Bukhari).

Atau doa yang lebih lengkap: "Allahumma bismika amuutu wa ahyaa"

Ketiga, membaca ayat-ayat perlindungan. Yakni Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (tiga kali). Dan ayat kursi (Al-Baqarah: 255).

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah akan mengutus malaikat untuk menjaganya, dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi." (HR. Bukhari).

Keempat, membaca doa perlindungan dari mimpi buruk.

Jika terbangun karena mimpi buruk, dianjurkan membaca: "A’udzu billahi minasy-syaithanir rajiim" (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).

Kelima, mengubah posisi tidur. Jika mengalami mimpi buruk, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk mengubah posisi tidur ke sisi yang lain. Jika sebelumnya tidur di sisi kanan, maka pindah ke sisi kiri, dan sebaliknya.

Keenam, meludah ringan ke kiri tiga kali. Dalam hadits: "Jika salah seorang di antara kalian melihat mimpi buruk, maka hendaklah ia meludah ringan ke sebelah kirinya tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan..." (HR. Muslim).

Ketujuh, tidak menceritakan mimpi buruk. Rasulullah ﷺ melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#islam #amalan #tidur #Mimpi #mimpi buruk