JP Radar Kediri - Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang sholeh atau sholehah anak yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi sesama.
Mempersiapkan generasi yang baik bisa dimulai bahkan sejak dalam kandungan.
Islam memandang bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya dimulai saat ia lahir, melainkan sudah dimulai sejak sebelum kelahiran, termasuk masa kehamilan.
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh orang tua, khususnya ibu hamil, agar calon anak dalam kandungan tumbuh menjadi pribadi yang sholeh atau sholehah.
Pertama, dengan memperbanyak doa. Doa adalah senjata orang mukmin.
Berdoalah secara konsisten agar Allah memberikan anak yang sholeh atau sholehah.
Contoh doa, "Rabb hab lī minash-shâlihîn"
(Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang shalih) – QS. Ash-Shaffat: 100
Selain itu, perbanyak juga doa Nabi Zakaria (QS. Ali Imran: 38) dan doa Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 40).
Kedua, membaca Al-Qur’an secara rutin. Ibu hamil sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Suara bacaan Al-Qur’an akan memberikan ketenangan bagi ibu dan menjadi stimulasi positif bagi janin.
Surah-surah yang dianjurkan untuk sering dibaca saat hamil antara lain surah maryam untuk ketenangan dan kemudahan dalam persalinan.
Surah Yusuf dapat dipercaya memberi pengaruh baik terhadap akhlak dan wajah anak.
Surah Luqman untuk membentuk karakter bijaksana dan berilmu.
Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan Yasin untuk keberkahan dan perlindungan.
Ketiga, menjaga makanan halal dan thayyib.
Nutrisi ibu hamil tidak hanya berdampak pada fisik anak, tetapi juga pada rohaninya.
Islam mengajarkan pentingnya mengonsumsi makanan halal (dari segi hukum) dan thayyib (baik dan bergizi).
Makanan yang haram atau diperoleh dari rezeki yang tidak baik bisa membawa pengaruh negatif pada perkembangan jiwa anak.
Keempat, rajin melaksanakan salat dan ibadah sunnah.
Menjaga shalat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat tahajud, dhuha, serta sedekah akan memancarkan energi positif dalam diri ibu dan berdampak pada janin.
Amalan ini juga melatih spiritualitas dan kesabaran ibu yang sangat penting dalam mendidik anak kelak.
Kelima, berdzikir dan bersalawat. Berdzikir dan bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dapat menenangkan hati ibu hamil dan menumbuhkan suasana damai di dalam rahim.
Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain istighfar untuk memohon ampun atas dosa-dosa, membersihkan hati.
Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil. Serta salawat untuk memperkuat cinta kepada Rasulullah dan membawa keberkahan.
Keenam, menjaga emosi dan perilaku. Ibu hamil sebaiknya menjaga emosi agar tetap stabil.
Emosi yang buruk seperti marah, stres, atau sedih berlebihan bisa memengaruhi kondisi janin.
Selain itu, hindari perkataan kotor, ghibah, atau perilaku buruk lain.
Anak dalam kandungan sangat peka terhadap suasana batin dan perilaku sang ibu.
Ketujuh, membangun komunikasi dengan janin.
Berbicaralah dengan janin, bacakan doa atau cerita nabi-nabi.
Ini adalah bentuk stimulasi dini untuk mengenalkan nilai-nilai Islam dan cinta kepada Allah sejak dini.
Kedelapan, dukungan suami dan lingkungan.
Peran suami sangat penting. Suami sebaiknya mendampingi istri dengan sabar, mendoakan janin, ikut membaca Al-Qur’an, dan memberikan lingkungan yang Islami dan positif di rumah.
Jadi, membentuk anak sholeh atau sholehah bukan hanya dimulai dari pendidikan setelah lahir, melainkan dari masa kandungan.
Melalui niat yang baik, doa, amal shaleh, dan usaha sungguh-sungguh sejak dini, insyaAllah Allah akan memberkahi dengan keturunan yang sholeh dan sholehah.
Editor : Anwar Bahar Basalamah