Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bacaan dan Tata Cara Sujud Syukur

Mohammad Basid Alharis • Minggu, 10 Agustus 2025 | 23:33 WIB
 Ilustrasi sujud syukur.
 Ilustrasi sujud syukur.

JP Radar Kediri - Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat besar yang diterima, seperti kabar gembira, keselamatan dari bahaya, atau terhindar dari musibah.

Sujud ini merupakan bentuk ekspresi keimanan dan pengakuan atas kebesaran Allah.

Mayoritas ulama (termasuk mazhab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian Hanafiyah) sepakat bahwa hukum sujud syukur adalah sunnah.

Artinya, siapa pun yang melakukannya akan mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan, tidak berdosa.

Adapun waktu-waktu dianjurkannya sujud syukur saat mendapat nikmat besar (misalnya kelahiran anak, kenaikan jabatan, atau keberhasilan).

Terhindar dari bahaya atau musibah (seperti selamat dari kecelakaan).

Mendapat kabar baik terkait umat Islam (seperti kemenangan dalam perjuangan atau berkurangnya bencana).

Sedangkan tata cara sujud syukur tidak seperti shalat, karena tidak disyaratkan takbiratul ihram, tasyahud, atau salam. Berikut langkah-langkahnya

Pertama, niat di dalam hati. Cukup berniat dalam hati untuk melakukan sujud syukur karena Allah SWT.

Kedua, takbir (disunnahkan). Mengucapkan takbir (“Allahu Akbar”) saat hendak sujud, meskipun tidak wajib.

Ketiga, langsung sujud satu kali. Sujud sebagaimana sujud dalam shalat.

Tempelkan tujuh anggota sujud (dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki) ke tanah.

Keempat, membaca doa atau dzikir sujud.

Didalam sujud, ucapkan bacaan berikut:

> سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subḥāna rabbiyal-a‘lā wa biḥamdih
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya."

Atau bisa juga membaca:

> اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Allāhumma laka sajadtu, wabika āmantu, walaka aslamtu, sajada wajhiya lillażī khalaqahu wa ṣawwarahu, wa syaqqa sam‘ahu wa baṣarahu, tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn

Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya, membentuk rupanya, serta membuka pendengaran dan penglihatannya. Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta."

Kelima, bangkit dari sujud dan selesai
Setelah selesai sujud dan doa, boleh langsung duduk atau berdiri tanpa salam. Tidak ada tasyahud atau salam dalam sujud syukur.

Walaupun tidak seformal shalat, beberapa ulama menyarankan agar dalam keadaan suci (berwudhu). Dan aurat tertutup.

Menghadap kiblat. Namun, sebagian ulama membolehkan dilakukan meskipun tanpa wudhu, terutama dalam kondisi darurat atau tergesa-gesa.

Jadi, sujud syukur adalah ibadah yang sederhana namun penuh makna. Ia menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah saat mendapat nikmat atau perlindungan.

Dengan memahami tata cara dan bacaannya, umat Islam dapat menjadikannya bagian dari ekspresi keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sujud #Cara sujud syukur #Bacaan Sujud #rasa syukur #sujud syukur