JP Radar Kediri - Setiap Muslim tentu ingin mendapatkan keridaan dan cinta Allah SWT.
Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan melakukan amalan-amalan yang disukai oleh-Nya.
Menariknya, dalam Islam, Allah tidak hanya melihat besar kecilnya suatu amal, tetapi juga ketulusan, kontinuitas, dan niat di baliknya.
Berikut ini beberapa amalan yang sangat disukai Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis.
Pertama, amalan yang konsisten walaupun sedikit.
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).
Konsistensi adalah kunci. Allah lebih menyukai amalan yang dilakukan rutin, walaupun tampak kecil, daripada yang besar tapi hanya dilakukan sesekali.
Misalnya, membaca Al-Qur'an satu halaman setiap hari lebih baik daripada membaca satu juz tapi hanya sebulan sekali.
Kedua, salat tepat waktu. "Amalan yang paling dicintai Allah adalah salat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Saalat lima waktu adalah tiang agama. Menunaikannya tepat waktu menunjukkan ketaatan dan kedisiplinan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah. Ini termasuk salah satu amal paling utama dan dicintai oleh-Nya.
Ketiga, berbuat baik kepada orang tua. "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak." (QS. Al-Isra: 23).
Bakti kepada orang tua adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat disukai Allah.
Memberikan perhatian, membantu kebutuhan mereka, dan berbicara dengan sopan merupakan bagian dari amal salih.
Keempat, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
Membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup seorang Muslim.
Kelima, menjaga lisan. "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Menjaga lisan dari kata-kata kotor, ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakitkan merupakan bentuk kesalehan sosial yang tinggi dalam Islam.
Allah mencintai hamba yang menjaga akhlaknya, terutama dalam berbicara.
Keenam, memberi makan orang lain. "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad, Thabrani).
Memberi makan, terutama kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin, anak yatim, atau musafir, termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Ini mencerminkan kasih sayang dan kepedulian sosial yang tinggi.
Ketujuh, berzikir dan mengingat Allah. "Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 152).
Zikir merupakan bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Amalan seperti membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (La ilaha illallah) termasuk zikir yang dicintai-Nya.
Jadi, Allah SWT mencintai hamba-Nya yang senantiasa istiqamah dalam beribadah, bersikap baik kepada sesama, dan menjaga hubungan dengan-Nya.
Tidak perlu menunggu mampu melakukan amalan besar. Mulailah dari yang kecil, tapi lakukan dengan ikhlas dan terus-menerus.
Sebab, dalam pandangan Allah, kualitas lebih utama daripada kuantitas.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah