Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Umat Katolik Rayakan Paskah di Gereja Santo Vincentius A Paulo Kediri

Hilda Nurmala Risani • Senin, 21 April 2025 | 18:37 WIB
Suasana perayaan paskah di Gereja Santo Vincentius A Paulo Kediri.
Suasana perayaan paskah di Gereja Santo Vincentius A Paulo Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Ribuan umat Katolik mengikuti pelaksanaan Hari Raya Paskah di gereja Santo Vincentius A Paulo yang terletak di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Tahun ini gereja St. Vincentius A Paulo terpilih sebagai gereja ziarah. Sekaligus melakukan pembaptisan sejumlah 15 orang.

Salah satu panitia Hans Sidharta mengatakan, pada pelaksanaan Paskah tahun ini bersamaan dengan tahun Yubelium.

Baca Juga: Inilah Fakta Unik Alasan Paskah Selalu Identik dengan Kelinci

Tahun istimewa bagi umat Katolik untuk mendapat pengampunan. “Tahun Yubelium ini terjadi setiap 25 tahun sekali.

Dan kebetulan tahun ini ditetapkan sebagai tahun ziarah pengharapan,” jelas lelaki yang akrab disapa Hans.

Lebih lanjut Hans bercerita, pada Paskah tahun ini di gerejanya dilakukan dua kali misa. Itu karena animo masyarakat yang tinggi dalam perayaan Hari Raya Paskah.

Para umat terbagi menjadi dua sesi. Yaitu sesi pagi dan sore hari. Tingginya animo masyarakat ini diduga karena gereja St. Vincentius A Paulo terpilih sebagai gereja ziarah Yubelium.

Tentu ini menjadi hal yag berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tidak semua gereja bisa terpilih menjadi tempat ziarah.

“Di keuskupan Surabaya yang terpilih menjadi tempat ziarah hanya sini (gereja St. Vincentius A Paulo, red) dan Gua Maria Lourdes, Pohsarang,” imbuhnya.

Baca Juga: Apa Makna Paskah bagi Umat Kristen? Berikut Penjelasannya

Menurut Hans, gereja ziarah Yubelium memiliki makna sebagai gereja yang menjadi tujuan ziarah khusus pada tahun Suci dalam tradisi Gereja Katolik.

Tahun Yubelium sendiri merupakan tahun yang ditunjuk langsung oleh Paus sebagai waktu pengampunan dan rekonsiliasi.

“Kalau di agamamu (Islam, red) itu seperti kiblatnya adalah Mekkah. Sama halnya dengan induk gereja saya ada di Vatikan.

Tidak semua orang bisa kesana karena biaya yang dibutuhkan mahal. Maka ditunjukklah gereja ziarah,” terang Hans, lelaki asal Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota itu.

Pantauan koran ini, ribuan jemaat tampak khusyu mengikuti rangkaian pelaksanaan Minggu Paskah. Mereka mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 16.00.

Dari anak-anak, remaja hingga dewasa terlihat bersuka cita merayakan Paskah. Beberapa dari mereka juga mengenakan busana dari daerahnya masing-masing. 

Baca Juga: Kenapa Paskah Selalu Identik Dengan Telur? Asal Usul Simbol Telur Dalam Perayaan Paskah

Selain terpilh sebagai gereja ziarah, pada tahun ini pihaknya juga melakukan pembaptisan pada 15 orang.

Terdiri dari laki-laki dan perempuan dari beragam usia. Dengan cerita latar belakang yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Kalau cerita menariknya ada yang karena kehendak sendiri, dia merasa ingin bersungguh-sungguh menjalankan perintah agamanya.

Baca Juga: Sabtu Suci, Hari Terakhir dalam Tri Hari Suci Paskah, Ini Makna dari Perayaannya

Ada juga orang tuanya bukan Katolik tetapi lingkungan sekolah mayoritas Katolik sehingga dia tertarik untuk di baptis,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Terakhir, Hans menerangkan jika pada Paskah tahun ini penekanannya pada pesan untuk kembali bertaubat di jalan kebenaran.

“Pesan yang disampaikan Romo ketika melakukan dosa jangan minder untuk mengakui dan kembali kepada kristus,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #gereja #katolik #paskah