Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jemaat Luar Kota Antusias Ikut Jalan Salib, Tri Hari Suci, Ratusan Umat Berdoa di Gereja Puhsarang

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 19 April 2025 | 04:50 WIB
Ratusan umat Katolik mengikuti proses Jalan Salib di tiruan Bukit Golgota Kompleks Gua Maria Lourdes, Gereja Puhsarang dalam peringatan Tri Hari Suci.
Ratusan umat Katolik mengikuti proses Jalan Salib di tiruan Bukit Golgota Kompleks Gua Maria Lourdes, Gereja Puhsarang dalam peringatan Tri Hari Suci.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ratusan jemaat memadati Gereja Puhsarang kemarin. Tidak hanya jemaat dari Kediri Raya, umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia pun antusias mengikuti prosesi jalan salib yang selalu digelar setiap peringatan Tri Hari Suci.

          Pantauan koran ini, ritual jalan salib digelar sekitar pukul 07.00. Ratusan jemaat yang semula berdoa di depan Gua Maria Lourdes lantas beranjak ke area tiruan Bukit Golgota yang berjarak sekitar 100 meter dari gua.

          Petugas Informasi Santoso mengatakan, prosesi Jalan Salib kemarin pagi merupakan salah satu rangkaian jelang Minggu Paskah. “Kemarin malam (17/4) sudah dilaksanakan Kamis Putih.

Berlanjut hari ini (18/4) dan terus sampai Minggu (20/4) nanti,” kata Santoso tentang rangkaian Tri Hari Suci itu.

Ritual Jalan Salib menurut Santoso merupakan agenda rutin setiap tahun. Hanya saja, April ini sedikit berbeda karena bersamaan dengan tahun Yubileum. Tahun istimewa bagi umat Katolik yang dirayakan setiap 25 tahun sekali.

Sedikitnya ada sekitar 400 jemaat yang mengikuti ritual Jalan Salib. Jumlah tersebut hanya umat yang berasal dari sekitar Puhsarang saja.

“Belum ditambah dengan pengunjung dari luar daerah,” lanjut Santoso sembari menyebut jemaat dari luar daerah banyak yang beradatangan ke Puhsarang.

Untuk di ketahui, rangkaian peringatan Paskah di Gereja Puhsarang sudah dimulai sejak seminggu lalu. Puncaknya adalah peringatan Tri Hari Suci. Yaitu, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah.

          Khusus untuk ritual Jalan Salib kemarin, umat harus menempuh jarak sekitar 1,4 kilometer. “Total ada 14 titik pemberhentian dengan kisah pengorbanan Yesus tersendiri,” paparnya.

          Di setiap stasi atau pemberhentian memang dilengkapi dengan keberadaan patung-patung yang menggambarkan proses penyaliban. Baik saat Yesus dijatuhi hukuman mati, memanggul salib, hingga wafat di tiang salib dan dimakamkan.

          Menurut Santoso, setiap kisah di stasi tersebut menggambarkan penderitaan Yesus demi menyelamatkan umat manusia. “Dalam peringatan Paskah, umat Katolik merenungkan kembali kisah sengsara Isa Al-Masih. Terutama ketika harus menebus manusia dari dosa-dosa,” terangnya.

          Meresapi penderitaan Yesus, tidak sedikit membuat umat yang mengikuti ritual Jalan Salib menitikkan air mata. Hal tersebut terutama terjadi saat jemaat memanjatkan doa di stasi saat Yesus disalib dan meninggal dunia.

          Santoso berharap prosesi Jalan Salib kemarin bisa diteladani oleh umat. Terutama sikap rela berkorban untuk sesama. “Pesannya terus berbuat kebaikan kepada siapapun itu,” tandasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Gereja Puhsarang #radar kediri #jumat agung #PASKAH 2025 #jumat agung 2025