KEDIRI, JP Radar Kediri – Mengambil peran aktif dalam pemberdayaan masyarakat, komunitas mahasiswa dari Biro Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Kediri sukses menggelar Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA).
Program ini difokuskan pada pengembangan potensi ekonomi dan kewirausahaan masyarakat di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Langkah nyata para mahasiswa ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Tim PPK Ormawa Biro SI UDINUS Kediri membawa komitmen kuat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Desa Kwadungan. Hal ini direalisasikan melalui optimalisasi komoditas bebek gembala yang berpijak pada sistem rantai nilai (Value Chain Development) serta wirausaha berbasis komunitas.
Baca Juga: DKV Udinus Kediri Sukses Gelar Samsara Exhibition Vol. #1 di Pasar Setono Betek
Guna mencapai tujuan tersebut, tim mahasiswa merancang program pemberdayaan yang terbagi ke dalam tiga kelompok intervensi utama. Pertama, penguatan Kelompok BERTAKWA yang berfokus pada inovasi olahan daging dan telur bebek. Kedua, pengembangan Kelompok KWANI untuk pengolahan limbah (cangkang telur) dan budidaya maggot.
Ketiga, pembentukan Kelompok KWASA yang bertugas menangani digitalisasi pemasaran UMKM serta implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
Secara keseluruhan, program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas UMKM setempat, tetapi juga memberikan pendampingan legalitas usaha, seperti pengurusan NIB dan PIRT. Langkah ini sekaligus membuka ruang produktif bagi kalangan remaja dan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Pelatihan dan pendampingan yang intensif ini terbukti membuahkan hasil dengan lahirnya para pelaku usaha baru. Berbagai produk unggulan desa berhasil diciptakan, mulai dari abon bebek, keripik Ketandok, sambal hitam bebek, budidaya maggot, hingga kerajinan cangkang telur. Menariknya, seluruh pengelolaan usaha tersebut telah didukung oleh sistem manajemen ERP dan kasir digital bernama KWARALINK yang diinisiasi oleh para mahasiswa.
Sebagai wujud transparansi dan tolak ukur pencapaian, pihak perguruan tinggi telah melangsungkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara langsung pada 31 Agustus 2026 yang bertempat di Balai Desa Kwadungan.
Penilaian dalam Monev ini menyasar tiga elemen krusial, yakni evaluasi terhadap kelompok sasaran masyarakat (BERTAKWA, KWASA, KWANI), evaluasi kinerja tim pelaksana, serta evaluasi pendampingan oleh dosen pembimbing. Rangkaian acara Monev tersebut tidak sekadar menjadi ajang penilaian, melainkan juga momen peresmian keberlanjutan usaha warga.
Agenda ini diisi dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan alat produksi secara simbolis kepada masyarakat, serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pemangku kepentingan.
Guna memperkokoh pondasi bisnis UMKM yang telah terbentuk, acara hari itu turut dirangkai dengan sesi penyuluhan khusus. Bekerja sama dengan instansi terkait, masyarakat diberikan penyuluhan intensif mengenai legalitas produk, serta tata kelola manajemen keuangan investasi yang disampaikan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DISKOPUSMIK).
Keberhasilan program terpadu ini turut mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Desa Kwadungan, Bapak Abdul Kamid. Ia menyampaikan bahwa kehadiran program PPK Ormawa ini membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat.
"Kehadiran program PPK Ormawa ini membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya terlihat pada peningkatan ekonomi melalui diversifikasi produk turunan bebek, tetapi juga terbangunnya kesadaran akan sanitasi lingkungan serta menguatkan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," ujar Abdul Kamid mengapresiasi.
Melalui sinergi dan dukungan berbagai pihak, Desa Kwadungan diharapkan mampu terus tumbuh menjadi Desa Wirausaha yang mandiri, memiliki daya saing, dan berkelanjutan.
Fais Sofyan Noor, selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan harapannya agar program PPK Ormawa Biro SI PSDKU UDINUS Kediri ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan perekonomian desa melalui produk olahan unggulan dan integrasi pemasaran digital (digital marketing).
"Kami berharap program PPK Ormawa Biro SI PSDKU UDINUS Kediri ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan perekonomian desa melalui produk olahan unggulan dan integrasi pemasaran digital. Kami juga menekankan pentingnya sinergi warga Desa Kwadungan dalam menjaga kelestarian lingkungan sirkular demi mewujudkan Desa Wirausaha yang unggul," tutur Fais.
Lebih jauh, Fais menambahkan bahwa program ini turut menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi tim pelaksana itu sendiri. Pengalaman turun langsung ke Desa Kwadungan dinilai sebagai ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu sistem informasi, sekaligus menyelami makna pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Keterlibatan para mahasiswa ini mampu menumbuhkan semangat kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mencetak pribadi yang lebih tangguh dan solutif sebagai agen perubahan di masa depan," tutupnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah