Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim PkM Dosen UNP Kediri Implementasikan Sistem Edukasi Digital Sehat untuk ABK

Syaikhu Aliya Rahman • Minggu, 28 September 2025 | 16:57 WIB
Tim PkM Dosen UNP Kediri bersama siswa dan stakeholder SDN 1 Betet Kota Kediri berfoto usai sosialisasi.
Tim PkM Dosen UNP Kediri bersama siswa dan stakeholder SDN 1 Betet Kota Kediri berfoto usai sosialisasi.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Universitas PGRI Kediri (UNP) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan inklusi.

Bertempat di SDN 1 Betet, Kota Kediri, tim dosen yang diketuai oleh Dr. Vivi Ratnawati, S.Pd., M.Psi., bersama anggota Dr. Risky Aswi Ramadhani, M.Kom. dan Dr. Risaniatin Ningsih, S.Pd., M.Psi., melaksanakan sosialisasi sekaligus penyerahan “Sistem Edukasi Digital Sehat Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Implementasi Certainty Factor dalam Mendukung Sekolah Dasar Inklusi Ramah Anak,” pada (19/9).

SDN 1 Betet dipilih sebagai lokasi karena sekolah ini telah ditetapkan Dinas Pendidikan sebagai sekolah dasar inklusi yang menerima peserta didik dari beragam latar belakang. Termasuk ABK dengan kondisi seperti autisme ringan, ADHD, tunalaras, slow learner, hingga disleksia. Sekolah ini juga berkomitmen menjadi bagian dari Sekolah Ramah Anak.

Penyerahan simbolik Sistem Edukasi Digital Sehat bagi ABK kepada Kepala SDN 1 Betet Kota Kediri.
Penyerahan simbolik Sistem Edukasi Digital Sehat bagi ABK kepada Kepala SDN 1 Betet Kota Kediri.

Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Kemendikbudristek.

Ketua Tim PkM Dr. Vivi Ratnawati, S.Pd., M.Psi., menjelaskan dalam praktiknya, guru dan orang tua masih menghadapi tantangan besar dalam memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus. Terutama terkait penggunaan teknologi digital. Survei yang dilakukan tim PkM menunjukkan 77,77% siswa ABK menggunakan gadget lebih dari 4 jam per hari. Kemudian 59,2% di antaranya cenderung mengakses konten hiburan non-edukatif. 50,6% menunjukkan gejala gangguan fokus saat proses belajar tanpa media digital.

Data tersebut menguatkan temuan UNICEF bahwa anak-anak Indonesia, khususnya ABK, berisiko tinggi mengalami digital overload dan terpapar konten yang tidak sesuai bila tidak ada pendampingan yang tepat. Melihat kondisi itu, tim PKM UNP Kediri menawarkan sistem pakar berbasis Certainty Factor (CF). Teknologi ini berfungsi mendiagnosis, memetakan, sekaligus memberikan rekomendasi strategi layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing ABK.

Melalui pendekatan ini, guru maupun orang tua dapat memperoleh saran mengenai gaya belajar, strategi pengajaran, hingga layanan psikologis yang paling tepat berdasarkan data siswa. Sistem pakar CF juga relevan dengan arah transformasi digital dunia pendidikan. Sekaligus mendukung sekolah inklusi untuk lebih adaptif dan ramah anak.

“Harapannya, sistem ini dapat membantu guru dan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus agar penggunaan teknologi digital tidak lagi menjadi hambatan. Melainkan sarana untuk tumbuh dan belajar lebih baik,” ujar Dr. Vivi
Program PKM yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini tidak hanya berupa sosialisasi.

Tetapi juga pendampingan langsung bagi guru dan wali murid. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat layanan inklusi di SDN 1 Betet serta menjadi model bagi sekolah-sekolah inklusi lain di Kota Kediri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#dosen #universitas pgri kediri #sekolah #PKM #pendidikan inklusi