JP Radar Kediri – Paguyuban Pedagang Pasar Ikan Simpang Lima Gumul (SLG) menyampaikan sejumlah aspirasi kepada wakil rakyat. Terutama dalam upaya pengembangan kawasan pasar ikan. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Komisi II DPRD Kabupaten Kediri yang turut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri M. Zaini mengatakan, para pedagang berharap pemerintah daerah memberikan dukungan. Sehingga Pasar Ikan SLG semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. “Teman-teman dari Paguyuban Pedagang Pasar Ikan mengajukan audiensi salah satunya agar peluang-peluang yang masih ada bisa segera terisi,” ujarnya.
Menurut Zaini, momentum penyampaian aspirasi tersebut dinilai tepat karena DPRD saat ini tengah membahas Perubahan APBD. Berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan Pasar Ikan SLG dapat segera dikomunikasikan dengan OPD terkait.
Baca Juga: KPU Kabupaten Kediri Perbarui Data Pemilih, Begini Hasilnya!
Beberapa dukungan yang dibahas dalam audiensi tersebut. Di antaranya pelaksanaan kegiatan pemerintah di kawasan pasar ikan, peningkatan promosi wisata, hingga pelatihan pemasaran digital bagi para pelaku usaha. Dinas Pariwisata, misalnya, didorong untuk menghadirkan berbagai kegiatan dan pertunjukan yang mampu menarik kunjungan masyarakat.
“Termasuk kegiatan makan ikan nasional yang nanti bisa diselenggarakan di Pasar Ikan yang sebelumnya dilaksanakan di kantor dinas,” jelas Zaini. Selain itu, Dinas Perdagangan juga diminta memberikan fasilitasi pelatihan pemasaran digital dan e-commerce. Terutama bagi generasi muda yang terlibat dalam pengelolaan Pasar Ikan SLG.
Dalam audiensi tersebut, isu pemindahan Pasar Buah RJM yang berada di kawasan SLG juga turut dibahas. Pasalnya, kabar tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang. Pasalnya dikhawatirkan mengurangi keramaian pengunjung.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Kediri Godok Aturan Usaha Hiburan, Wajib Sesuaikan Kearifan Lokal
Menanggapi hal itu, Zaini menegaskan bahwa isu tersebut hanya sebatas rumor. Berdasarkan hasil klarifikasi, Pasar Buah RJM memiliki status resmi dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). “Status RJM di SLG legal, mereka menyewa dan memberikan kontribusi terhadap PAD sehingga keberadaannya resmi,” tegasnya.
Meski demikian, DPRD meminta OPD terkait untuk membantu mengatasi persoalan pendukung. Seperti kebersihan dan potensi kemacetan di kawasan tersebut agar aktivitas ekonomi tetap berjalan nyaman.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Ikan SLG Sarjana mengapresiasi respons cepat DPRD dan pemerintah daerah terhadap aspirasi para pedagang. “Alhamdulillah yang kami khawatirkan ternyata tidak terjadi. Pemerintah daerah dan dewan juga merespons sangat positif dengan menghadirkan OPD terkait,” katanya.
Baca Juga: Dewan Kota Kediri Tuntut Koperasi Melek Inovasi, Perkuat Ekonomi bagi Pelaku UMKM
Sarjana menyebut saat ini kawasan Pasar Ikan SLG terus menunjukkan perkembangan positif. Meski tingkat keterisian lapak baru sekitar 50 persen. “Alhamdulillah terus naik. Yang paling ramai biasanya hari Sabtu saat kegiatan CFD,” tandas Sarjana.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri