KEDIRI, JP Radar Kediri- Optimalisasi pelayanan pendidikan di Kota Kediri mendapat sorotan dari DPRD Kota Kediri di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
Selain soal akademik, politisi yang akrab disapa Ido itu juga menekankan perhatian terhadap kesehatan mental pelajar. Terlebih pasca-tragedi yang terjadi di Kelurahan Burengan, sepekan jelang perayaan hardiknas. Seorang pelajar SMP Kota Kediri ditemukan bunuh diri di sebuah masjid. Kasus itu pun sempat menggemparkan publik.
Di momentum hardiknas tahun ini, dia menilai pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah semata. Seluruh elemen harus terlibat. Mulai dari eksekutif, legislatif, sekolah, keluarga hingga sektor swasta.
“Semua lini harus bergerak bersama. Artinya kurikulum sudah dibuat, tapi kalau semua lini tidak mengakomodasi, maka pendidikan bermutu tidak akan tercipta,” ujar Ido.
Baca Juga: Deadlock Alun-Alun Kota Kediri Tak Boleh Berlarut, DPRD Kota Kediri Dorong Penyelesaian Segera
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena generasi saat ini dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena itu, kualitas pendidikan harus benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami selalu melihat apakah anggaran 20 persen untuk pendidikan ini benar-benar terrealisasi untuk menjadikan pendidikan di Kota Kediri semakin maju,” tandasnya sembari menyebut, untuk mewujudkan itu, dibutuhkan anggaran yang dikelola dengan optimal.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, optimalisasi anggaran tidak hanya difokuskan pada program pembelajaran. Melainkan juga pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.
Perbaikan sarpras pendidikan itu harus terwujud, apalagi dengan penambahan alokasi anggaran hingga Rp 5 miliar.
“Kami memberikan maksimal tambahan nominal Rp 5 miliar itu karena saya sangat miris melihat sekolah-sekolah SD itu kamar mandi, cat-cat temboknya, itu sudah tidak layak sekali,” ungkap Ido.
Sehingga, penambahan anggaran tersebut difokuskan untuk pembenahan kamar mandi sekolah hingga pengecatan bangunan yang dinilai sudah tidak layak.
“Karena sekolah yang bersih dan nyaman akan membuat anak-anak juga nyaman mengikuti pembelajaran,” sambungnya.
Selain infrastruktur, Firdaus juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan mental bagi siswa. Hal itu menyusul kasus pelajar SMP yang meninggal dunia di wilayah Kelurahan Burengan beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut diakuinya tetap menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. “Ini menjadi catatan yang sangat miris terhadap pola pikir anak-anak sekarang yang kadang pendek dalam menyikapi persoalan,” katanya.
Karena itu, dia mendorong penguatan peran guru bimbingan konseling (BK) di sekolah. Menurutnya, guru BK perlu dibekali kemampuan lebih untuk mendeteksi persoalan psikologis siswa sejak dini.
Baca Juga: DPRD Kota Kediri Godok Tiga Raperda Prioritas, Termasuk Aturan Penyelenggaraan Jalan Kota
“Nanti kami dorong dinas pendidikan memberikan penekanan maupun pelatihan kepada guru-guru BK supaya bisa melakukan screening anak-anak yang mungkin punya masalah di rumah maupun di lingkungan luar,” pungkas Ido. (ais/tar)
Editor : Ayu Ismawati