Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengajar Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Jadi Sorotan Dewan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 5 Juni 2025 | 23:03 WIB
SAMBUT TAHUN AJARAN BARU: Balai Pengambangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan siap difunsgikan untuk Sekolah Rakyat (SR( Kabupaten Kediri.
SAMBUT TAHUN AJARAN BARU: Balai Pengambangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan siap difunsgikan untuk Sekolah Rakyat (SR( Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- DPRD Kabupaten Kediri menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai menjadi terobosan penting untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada keluarga kurang mampu.

Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri menilai, konsep pendidikan gratis berbasis asrama bisa menjadi langkah awal memutus mata rantai kemiskinan. Lingkungan belajar yang terkontrol dan fasilitas yang memadai diharapkan mampu menunjang tumbuh kembang anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Kediri Reni Ramawati Sidak Hewan Kurban di Peternak, Ini Hasilnya

"Tentu kami apresiasi dan mendukung penuh. Program ini bisa membuka kesempatan pendidikan lebih baik untuk masyarakat miskin," ujar Sulistyo Budi, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri. 

Menurutnya, dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat, pemerintah bisa mengoptimalkan aset-aset negara sebagai lokasi penyelenggaraan. Namun, syarat utama adalah bangunan tersebut harus layak secara fisik untuk difungsikan sebagai lembaga pendidikan.

Baca Juga: Dewan Sidak ke Rumah Korban Bencana Alam di Purwoasri Kabupaten Kediri

Dana dari pemerintah pusat dapat digunakan untuk melengkapi fasilitas yang belum tersedia. Dengan begitu, pelaksanaan program bisa segera dimulai sesuai target yang telah ditentukan.

Seperti halnya yang sudah dilakukan Pemkab Kediri. Dengan memaksimalkan Gedung BPKASN, sedngan segala fasilitasnya. Untuk digunakan pembelajaran SR gelombang pertama. 

Baca Juga: Dewan Desak Pemkot Kediri Bina Semua PKL, Taman Kota Jadi Opsi Relokasi

Meski begitu, persoalan tenaga pengajar dinilai menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius. Pemerintah pusat memang telah merancang dua skema pengisian tenaga pengajar, yaitu melalui ASN atau guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Namun, menurut Budi, pendekatan pengajaran dengan sistem asrama tentu berbeda dengan pendidikan reguler. Karena itu, dibutuhkan guru-guru yang siap mengajar secara penuh dan all out selama 24 jam.

Baca Juga: Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kediri Reni Ramawati Sidak Pasar Ngadiluwih Menjelang Lebaran, Ini Hasilnya

"Diperlukan tenaga-tenaga pendidik yang siap all out, fulltime. Dan ini sudah barang tentu butuh langkah-langkah penyiapan yang serius dan komprehensif oleh pihak terkait.," tandasnya.

Terkait tenaga pendidik, menuruntya ada tiga langkah yang perlu dilakukan, pertama seleksi yang komprehensif terkait kompetensi. Mulai dari pengetahuan, keterampilan dan sikap. 

Perlu dilakukan pula pembekalan bagi guru terseleksi. Selain itu, kontak kinerja dan komitmen bersama membangun SR.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #Sekolah Rakyat #sr #dewan #dprd kabupaten kediri #pengajar #Presiden Prabowo Subianto