KEDIRI, JP Radar Kediri- Debat Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kediri berlangsung seru di Hotel Insumo Kediri Convention Center (IKCC) pada Kamis (24/10) malam. Masing-masing kandidat tak segan untuk saling serang.
Mereka beradu gagasan di hadapan panelis dan pendukungnya masing-masing. Menariknya, kedua paslon itu saling jegal komitmen jika terpilih sebagai bupati dan wakil bupati.
Masing-masing paslon terbilang kompak. Nomor urut 01 yakni Deny Widyanarko-Mudawamah mengenakan pakaian hitam dan putih. Sama halnya dengan pasangan calon nomor urut 02, Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa juga tampil dengan pakaian yang sama.
Deny-Mudawamah menonjolkan program pengucuran dana ratusan juta rupiah ke dusun-dusun. Deny mengatakan, jika program-programnya tidak bisa berjalan, maka dia akan turun dari jabatannya sebagai bupati kelak. “Ini komitmen saya,” ucapnya.
Sementara Dhito-Dewi memaparkan capaian keberhasilan program selama menjadi Bupati-Wakil Bupati di periode pertama. Program yang telah dilakukannya itu membuahkan hasil yang baik.
Dhito dengan tegas mengatakan jika Kabupaten Kediri juga dapatkan banyak penghargaan atas kerja kerasnya membangun Bumi Panjalu menjadi lebih baik. “Capaian itu menjadi bukti untuk dilanjutkan,” papar Dhito.
Setelah keduanya memaparkan berbagai program, mereka kemudian menguji program masing-masing. Keduanya ingin ada komitmen yang tegas bila nanti terpilih menjadi kepala daerah di Kabupaten Kediri.
Seperti Deny, ingin Dhito melakukan apa yang menjadi komitmennya kepada masyarakat. Yakni mundur jika program unggulannya tidak terlaksana. Sebab pria yang memakai blangkon itu menilai ada banyak program Dhito di periode awal tidak berjalan.
Soal komitmen, Dhito juga meminta lawan politiknya yang juga pengusaha itu juga memberikan ketegasan sikap jika terpilih sebagai bupati. Salah satu yang ditanyakan adalah komitmennya sebagai seorang pengusaha.
Sebab, apabila terpilih sebagai bupati, Dhito khawatir Deny akan sulit keluar dari konflik kepentingan. Menurut Dhito, komitmen itu penting untuk diketahui publik.
Untuk diketahui, dalam kegiatan debat perdana itu, bertemakan “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah.”
Di tema tersebut, pendalaman visi-misi para paslon terdapat lima sub tema yang diberikan KPU Kabupaten Kediri. Yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan kependudukan dan good government.
Penyusunan pertanyaan yang diajukan dalam debat tersebut, KPU Kabupaten Kediri membentuk tim panelis yang terdiri dari lima panelis dari akademisi dan profesional.
Mereka adalah Jarotd Hermansyah, Dosen Untag Surabaya; Taufik Al Amin, Direktur LPPM IAIN Kediri; Muhammad Adnan Maghribbi Sairil Ashrar, Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi; Deasy Wulandari Lektor Universitas Jember; dan Kurniawan Muhammad, Direktur Jawa Pos Radar Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah