Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satgas NCS Polri Turun ke Kediri, Ini Tugasnya

Karen Wibi • Senin, 5 Februari 2024 | 20:36 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Jelang pemungutan suara pemilu pada Rabu (14/2) nanti, Satuan Tugas (Satgas) Nusantara Cooling System (NCS) Polri turun ke daerah. Mereka berdialog dengan tokoh masyarakat (tomas) untuk memastikan situasi tetap kondusif jelang hajat lima tahunan tersebut. Salah satunya yang bertandang ke Kediri adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Ratno Kuncoro.

Perwira tinggi yang Kamis (1/2) malam lalu berdiskusi dengan awak redaksi Jawa Pos Radar Kediri ini mengatakan, satgas NCS sudah bekerja sejak beberapa bulan lalu. “Ini (satgas NCS, Red) berupa tim yang terdiri dari beberapa bagian. Mulai humas, reserse, sampai intel. Tugasnya mengelola situasi agar kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, Red) jelang pemilu yang tensinya meningkat ini tetap terjaga,” katanya.

Pria yang juga menjabat Direktur Ekonomi Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri ini sengaja datang untuk berdialog dengan tokoh masyarakat. Mereka diajak memberi imbauan kepada masyarakat. Yakni, agar dalam kondisi tensi politik yang mulai meninggi ini tidak mudah terprovokasi berita bohong, kebencian, dan fitnah.

Pria asal Jombang itu menjelaskan, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang bisa menggelar pemilu serentak dalam waktu sehari. Yakni, dengan peserta yang terbanyak. Mulai pemilihan presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, hingga anggota dewan perwakilan daerah (DPD). “Makanya, fokus polisi untuk mengamankan agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan nyaman,” lanjut pria yang 2011-2013 silam menjabat kepala Polres Kediri Kota itu.

Belajar pada kerusuhan pemilu 2019 lalu, menurut Ratno pihaknya sudah melakukan berbagai skema antisipasi. Sehingga, situasi tetap kondusif sebelum pencoblosan hingga proses rekapitulasi suara. Bapak dua anak itu memastikan polisi akan melakukan pengamanan di tiap tahapnya.

Jika ada pihak yang tidak terima dengan hasil pemilu, menurut Ratno ada mekanisme yang bisa ditempuh. “Jangan sampai terjadi gejolak atau kekacauan,” tandasnya sembari menyebut kedatangannya ke Kediri untuk mengantisipasi hal tersebut.

Berbagai upaya antisipasi yang dilakukan, diakui Ratno agar polisi tidak sampai kecolongan. Sehingga, situasi di Indonesia tetap aman hingga setelah penghitungan suara nanti. Mereka juga bekerja sama dengan TNI dan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan hal itu.

Disinggung terkait netralitas Polri dalam pemilu, Ratno menegaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah beberapa kali menekankan hal tersebut. Yakni, seluruh personel polisi diminta untuk menjaga netralitas, profesionalitas, proporsionalitas, dan humanis. “Ada yang mempersepsikan (tentang netralitas, Red) meski niatnya tidak seperti itu. Tapi sudah risiko tugas, kritikan dan masukan dari masyarakat tetap kami terima. Bagaimanapun polisi harus netral,” tandasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Polit Kulit #NCS #satgas