Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Desain Baliho Kaesang Jadi Bahan Cibiran, Warganet: Dapat Jabatan karena Privilege

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 14 November 2023 | 04:12 WIB
Photo
Photo

JAKARTA, JP Radar Kediri - Setelah sempat menjadi kontroversi karena terpilih menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu dua hari, Kaesang Pangarep kembali menjadi bahan cibiran warganet. Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini, ramai dibahas oleh warganet karena banner dan balihonya. 

Kaesang yang diduga ingin menjual sosok nama ayahnya dengan harapan dapat menggaet konstituen, justru ditanggapi negatif oleh netizen. Sejumlah netizen merasa ilfeel atau hilang perasaan setelah melihat beberapa banner dan baliho milik PSI yang menampilkan wajah Kaesang dan Jokowi. 

Seperti yang diungkapkan netizen denga kaun @fajrinamaya di platform medsia sosial (medsos) Twitter atau X miliknya Senin (13/11/2023). Pemilik akun Twitter dengan jumlah follower lebih dari 4.800 ini mengaku tidak tertarik dengan desain banner dan baliho PSI yang dipasang di sejumlah titik, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

“Gw millenial, tapi ngga tertarik. Cringe malah iya segala foto pakai boneka dan nempel bokapnya di mana-mana. Dapat jabatan krn privilege, ngga mewakili millenia dan gen-Z, Om. Copywriting kayak gitu cuma nempel istilah hits jaman sekarang, tapi prakteknya feudal,” komentar @fajrinamaya merepost akun Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto @kangdede78. 

Dia menuliskan keresahaanya terhadap paslon yang menjual narasi seolah-olah mewakili sosok generasi milenial atau Gen-Z, namun justru mempertontonkan kekuasaan yang diadapatkan secara instan karena previlage orangtua. 

“Millenial & gen-z selalu jadi sasaran empuk setiap pemilu. Tapi bukannya disodorin adu gagasan, malah dikasih politisasi agama dan PKI (2014 dan 2019). Gemoy, santuy, dan tontonan kekuasaan instan yang diraih dari privilege (2023 menuju 2024) Yakin Indonesia Emas 2045?,” tambah @fajrinamaya. 

Dede Budhyharto melalui akun Twitter miliknya @kangdede78 juga ikut mengkritik banner PSI yang memiliki jargon atau tagline nyleneh. Menurutnya, hal itu yang membuat sejumlah netizen muak dan justru tidak tertarik. 

“Gimana ndak ngamuk-ngamuk konten baliho-nya Mas Mawar isinya “nyeleneh” bikin Gen M tertarik, Gen T pasti marah. “Politik adalah Jalan Ninja Kita” “Politik Santuy & Santun” “Politik Riang Gembira”

“Generasi Optim15”, M-U-N-G-K-I-N Kalimat di baliho ini yg bikin Ngamuk: “PSI Partai Jokowi” tulis Dede dengan menambahkan emoticon tertawa.

Editor : Anwar Bahar Basalamah