KEDIRI, JP Radar Kediri – Konflik antara pedagang di Pasar Bandar dengan pihak Perumda Pasar Joyoboyo belum tuntas. Para pedagang menunggu respon dari pihak Perumda Pasar Joyoboyo dan Pemkot Kediri. Khususnya terkait surat keberatan resmi yang telah mereka layangkan Jumat (11/9) lalu.
“Kamis malam baru lengkap berkas dan tanda tangan para pedagang. Jumat kami kirimkan ke Perumda Pasar Joyoboyo,” terang Yunus, salah seorang perwakilan pedagang di Pasar Bandar.
Sebelumnya, para pedagang diminta membuat surat keberatan resmi. Berisi poin-poin keberatan terkait kebijakan yang ditetapkan Perumda Pasar Joyoboyo. Surat ini disebut akan akan menjadi menjadi dasar penyampaian kepada kuasa pemilik modal (KPM).
Baca Juga: Pemkot Kediri Temui Pedagang Pasar Bandar, Ini Hasil Pertemuannya
Menurutnya, dalam berkas itu poin keberatan dan keluhan ditulis mendetail. Juga disertai data pendukung. Keberatan-keberatan itu terkait penerapan sistem parkir di setiap pintu pasar, penagihan sewa meskipun toko tuutp dalam periode Januari hingga Agustus 2026, hingga penerapan biaya sewa per tahun tanpa penjelasan yang transparan.
“(Berkas) yang kami serahkan adalah keluhan-keluhan dari pedagang. Serta data pendukung dari keluhan tersebut,” imbuhnya.
Selanjutnya, berkas tersebut akan dikirimkan ke Perumda Pasar Joyoboyo. Mereka berharap agar KPM mempertimbangkan poin-poin yang dikirimkan dan ditandatangani oleh ratusan pedagang tersebut. Sebab, para pedagang bergantung pada pendapatan berjualan di pasar. Bila sistemnya memberatkan maka akan berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari.
Baca Juga: Ratusan Pedagang Pasar Bandar Mogok Jualan, Ini Yang Menjadi Tuntutannya!
“Kami hanya ingin berjualan di pasar dengan mudah, aman, dan nyaman,” pintanya.
Selain itu, para pedagang juga mempertanyakan soal dialog dengan DPRD Kota Kediri. Dialog yang terjadi hanya melibatkan tiga pihak, perumda Pasar Joyoboyo, Pemkot Kediri, dan dewan. Sedangkan dari pihak pedagang justru tidak dilibatkan.
“Kami sebagai pedagang tidak diundang untuk ikut pertemuan tersebut,” bebernya.
Baca Juga: Pasar Bandar Incar Gen-Z , Ini Konsep Yang Akan Diterapkan Pemkot Kediri
Dia berharap agar pedagang juga mendapat kesempatan yang sama. Bisa menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Kota Kediri.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Arief Junaidi merespon keinginan pedagang untuk berdialog. Menurutnya, pertemuan yang sudah berlangsung baru tahap awal. Nantinya juga tidak hanya dilakukan dengan Perumda Pasar Joyoboyo dan Pemkot. Tetapi juga akan mengundang perwakilan pedagang dari pasar tradisional dan stakeholder terkait.
“Nanti akan kami agendakan pertemuan secara bergantian. Termasuk mengundang perwakilan pedagang dan stakeholder terkait,” pungkasnya.
Baca Juga: Pedagang Pasar Bandar Diajak Duduk Bersama Senin Nanti, Perumda Janji Hadirkan Pemkot Kediri
Seperti yang diberitakan, ratusan pedagang di Pasar Bandar mogok jualan pada Senin (1/9) lalu. Ratusan kios dan los kompak tutup. Mereka memutuskan mogok jualan untuk memprotes sistem pengelolaan pasar yang dinilai semakin memberatkan.
Di antaranya, perubahan sistem parkir dalam dua tahun terakhir yang dianggap membuat pasar jadi sepi. Selanjutnya, penarikan biaya layanan dan retribusi harian yang tetap ditagihkan meski pedagang tidak berjualan.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri