JP Radar Kediri-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama kemarin (13/7) jadi perhatian Wali Kota Vinanda Prameswati dan Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Orang nomor satu di Kota dan Kabupaten Kediri itu berkunjung ke sekolah untuk berdialog dengan siswa.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Wali Kota Vinanda Prameswati kemarin menghadiri open house Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Kediri. Di sana, dia berdialog dengan 192 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, yang kemarin resmi masuk ke asrama.
“Saat ini untuk bangunannya yang SMP dan SMA juga sudah siap semua. Tinggal yang SD saja, sehingga sementara nanti tempatnya akan ada di gedung SMP maupun SMA,” kata Vinanda.
Dalam kesempatan kemarin, Vinanda meminta dukungan wali murid untuk menyukseskan pembelajaran perdana di SR Kota Kediri.
Di depan anak-anak yang mengikuti pendidikan di asrama, alumnus Universitas Airlangga itu meminta agar mereka saling menjaga. Serta menumbuhkan rasa aman antar-teman.
“Jangan ada yang jadi pelaku bullying, mengejak teman, dan lainnya. Harus saling bahu membahu membantu teman,” pesannya, di hadapan ratusan siswa dan orang tua.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, selain 192 siswa Kota Kediri, SR Kota Kediri juga mendapat titipan siswa SMP dari SR Mojokerto sebanyak 30 anak.
Sehingga sekarang ada 222 anak yang siap mengikuti pembelajaran di SR Kota Kediri.
“Untuk asrama SMP dan SMA juga sudah siap. Tinggal yang SD. Ini di awal-awal akan dijadikan satu dulu SD, SMP, SMA. Yang membedakan hanya jenis kelaminnya, yang putra sendiri, yang putri sendiri,” terang Imam, membeber kesiapan operasional di SR Kota Kediri.
Targetnya, seluruh gedung sudah siap pada 31 Juli nanti. Meski demikian, kemarin semua siswa sudah mulai memasuki asrama.
Di awal operasional ini, Pemkot Kediri juga sudah menyiapkan guru tamu dari dinas pendidikan dan cabang dinas pendidikan untuk membantu pembelajaran.
“Untuk tenaga lain-lainnya, dari Kementerian Sosial menginginkan tenaga dari Tagana dan dari LKK-LKK. Untuk sementara jadi tendik (tenaga kependidikan, Red),” terang Imam sembari menyebut, bantuan tendik itu untuk mendukung tenaga pendamping PKH yang juga ditugaskan di SR.
Kepala SR Kota Kediri Nur Zam’ah menambahkan, MPLS baru dimulai hari ini (14/7) hingga dua pekan ke depan. Untuk mengawali kegiatan itu, siswa akan mengikuti cek kesehatan gratis (CKG).
“Nanti semuanya akan dicek. Kami akan kerja sama dengan pihak dinas kesehatan. Mulai dari kesehatan gigi, lambung, psikologi, semuanya dicek nanti,” ujarnya.
Di awal operasional ini, SR Kota Kediri akan mendapat pendampingan dari SR Kabupaten Mojokerto. Sehingga selain siswa, beberapa guru dan wali asuh dari SR tersebut akan tinggal selama 12 hari di sana.
Baca Juga: Pemkab Kebut Akses Jalan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Target Rampung Sebelum MPLS
Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang kemarin datang ke SMPN 2 Ngasem memastikan anak-anak di sana tidak kesulitan mendapat seragam karena alasan ekonomi. Dalam kunjungannya, Dhito mendatangi empat kelas dan berdialog dengan siswa baru.
“Saya tidak mau mendengar ada siswa yang keberatan atau kesulitan mendapatkan seragam sekolah. Kalau memang ada yang membutuhkan, silakan mengajukan dan akan kami bantu secara gratis,” ungkapnya.
Dari hasil dialog dengan siswa, rata-rata setiap anak memiliki empat jenis seragam sekolah. Mulai seragam nasional, pramuka, olahraga hingga seragam khas sekolah.
Selain persoalan seragam, Dhito juga mengingatkan sekolah agar tidak melakukan pungutan yang memberatkan orang tua siswa. “Kalau ada keberatan atau pungutan-pungutan yang dilakukan sekolah, silakan laporkan kepada kami,” tegasnya.
Baca Juga: Silpa Kabupaten Kediri ‘Bengkak’ Ratusan Miliar: Begini Alasan yang Dijabarkan Bupati Dhito
Dalam kesempatan kemarin, Dhito juga memotivasi siswa baru. Dia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menghindari segala bentuk perundungan atau bullying.
“Bullying bukan hanya fisik, tetapi juga verbal. Anak-anak harus mulai memahami itu sejak dini,” pinta pria yang kemarin memberikan doorprise kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan, MPLS tahun ajaran 2026/2027 mengusung konsep ramah anak. Seluruh sekolah dilarang melakukan perpeloncoan, bullying maupun pungutan selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Vinanda Salat Ied di Balai Kota, Bupati Kediri Dhito di Sukorejo
“Tema MPLS tahun ini adalah MPLS Ramah. Tidak boleh ada perpeloncoan, tidak boleh ada bullying, dan tidak boleh ada iuran apa pun terkait MPLS,” tegasnya.
Muhsin bersyukur, hari pertama MPLS kemarin berjalan lancar. Mayoritas siswa diantar langsung oleh orang tua mereka. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tersebut akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Editor : Andhika Attar Anindita