KEDIRI, JP Radar Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus berupaya menjamin kehidupan dua kakak korban penganiayaan yang berujung kematian pada MAM, balita asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota semakin baik. Ya, Fit, 6; dan Fif, 5 sudah memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.
“Untuk KK (kartu keluarga, Red) kami ikutkan saudara yang rumahnya di sebelah barat rumah korban,” ujar Kepala UPT PPA DP3AP2KB Kota Kediri Suwarsi.
Tak hanya KK, mereka berdua juga dibuatkan akte kelahiran dan kartu identitas anak (KIA) baru. Itu sudah jadi sejak tanggal 27 April dan sudah diberikan ke keluarga 28 April.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dokumen kependudukan ini nantinya akan digunakan untuk mendaftarkan kakak beradik itu ke sekolah. Mengingat meskipun sudah memasuki usia sekolah, keduanya tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.
Tak heran jika mereka belum mengerti warna, jenis-jenis hewan hingga bentuk huruf. Oleh karenanya pendamping perlu perhatian ekstra untuk mengajari dua kakak korban mulai dari nol.
“Sekarang (dokumen kependudukan, Red) sudah lengkap semua. Jadi untuk sekolahnya kemungkinan di lokasi yang sama dengan panti asuhan,” bebernya. Dia menyebut jika masuknya sekolah formal tinggal menunggu tahun ajaran yang baru.
Meski demikian, perempuan yang akrab disapa Warsi itu menyebut jika sejak awal dipindahkan di panti asuhan hingga saat ini dua kakak beradik ini sudah mengikuti sekolah alam. Sehingga diharapkan ketika dipindahkan ke sekolah formal mereka bisa beradaptasi dengan cepat.
Baca Juga: Penyebab Kematian MAM Balita Asal Ngronggo Kota Kediri Karena Pendarahan di Ginjal, Terdakwa Punya Bakat Ini!
“Tentu dengan tingkatan kelas yang berbeda. Kakaknya akan memasuki kelas 1 sekolah dasar (SD), sedangkan sang adik baru masuk taman kanak-kanak (TK),” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan, UPT PPA membatasi ketat akses pihak luar yang ingin menemui Fit dan Fif untuk menjaga stabilitas emosional anak. Selebihnya, pemkot fokus agar anak-anak mendapat pendidikan yang layak.
Tidak hanya pendidikan akademik saja. Melainkan juga pendidikan keagamaannya. Dengan konsep sekolah alam, menurutnya akan sangat bagus untuk perkembangan anak.
Baca Juga: Orang Tua MAM Wajib Lapor Dua Kali dalam Seminggu, Ini Alasannya!
Bagaimana nasib Fit dan Fif ke depan? Suwarsi menegaskan, keputusan apakah mereka akan dikembalikan ke keluarga atau tetap di ruang aman. Masih menunggu hasil diskusi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).