JP Radar Kediri - Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, punya keunggulan yang tak banyak ditemui di sejumlah desa di Kabupaten Kediri. Program Posyandu Jiwa yang digagas desa ini jadi pionir. Setidaknya bagi desa-desa se-Kecamatan Semen.
Posyandu jiwa di sana jadi satu-satunya yang aktif di Kecamatan Semen. Seluruh kegiatannya bertujuan membantu penyembuhan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) agar bisa beraktivitas normal kembali. Pasien yang datang ke posyandu pun tidak dipungut biaya, baik pemeriksaan maupun obat-obatan.
Hal itu membuat posyandu ini jadi jujukan utama pembinaan ODGJ desa-desa lainnya di Kecamatan Semen. Total ada 11 desa lainnya yang juga mengikuti program Desa Sidomulyo tersebut.
Baca Juga: Pemdes Karangrejo Ngasem Kelola Peternakan Kambing untuk Ketahanan Pangan
Kader Posyandu Jiwa Desa Sidomulyo Reza Rahmawan mengatakan, program itu diinisiasi kepala desa yang prihatin dengan banyaknya warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Tidak hanya pemberian obat, posyandu jiwa juga melaksanakan pendampingan rujukan ke rumah sakit jiwa.
“Dulu awalnya hanya untuk mengantar warga yang sering mengamuk ke RSJ Lawang. Namun lama-kelamaan mendapat atensi, hingga akhirnya Pak Camat memberikan edaran untuk pelaksanaan kegiatan posyandu di sini,” ungkap Reza.
Berjalan sejak 2021, awalnya para kader melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Kini, kegiatan dilakukan serentak sebulan sekali di Gedung Serbaguna Desa Sidomulyo yang dihadiri puluhan pasien. Termasuk dari desa sekitarnya.
Baca Juga: Pemdes Bogem Gurah Kediri Bangun Museum untuk Simpan Penemuan Purbakala
Bagi pasien dari desa lain, penjemputan dilakukan oleh kader masing-masing menggunakan mobil siaga. Rangkaian kegiatannya meliputi senam bersama, pemeriksaan kesehatan dasar seperti tensi dan timbang berat badan, hingga konsultasi dengan petugas puskesmas.
“Biasanya pasien yang kondisinya parah akan disuntik, namun tidak semua bersedia. Jika ada pasien yang tidak bisa datang, kami para kader tetap melakukan kunjungan langsung (visit) ke rumah mereka,” lanjut Reza.
Pasien Posyandu Jiwa ini terdiri dari berbagai usia. Mulai dari remaja hingga lansia. Faktor penyebab gangguannya pun bermacam-macam. Mulai dari kondisi ekonomi, masalah asmara, hingga faktor pendidikan. Berkat kegiatan rutin ini, tercatat banyak pasien yang berhasil pulih.
Baca Juga: Pemdes Sumberduren Kediri Sulap Bekas Balai Desa Jadi GOR Multifungsi
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, pasien juga dilatih mengasah kreativitas melalui pembuatan sapu lidi, kemoceng, dan kerajinan lainnya.
“Kami sering melaksanakan pelatihan, kadang berkolaborasi dengan mahasiswa KKN. Bahkan saat perayaan Agustusan, kami juga mengadakan lomba bagi mereka,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita