KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melakukan langkah konkret mendukung produktivitas para petani.
Mereka menggelontorkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan).
Bantuan ini tetap dilakukan meskipun di tengah efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintah Pusat.
Bahkan, pemkab menegaskan bakal merealisasikan bantuan alsintan sebanyak 160 unit pada tahun ini.
Sebagian dari bantuan itu kemarin (7/5) diserahkan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Berlokasi di Kawasan Wisata Sumber Sugihwaras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, bupati menyerahkan traktor dan benih jagung.
“Tadi ada beberapa permintaan tambahan seperti combine harvester untuk panen sama alat tanam karena sudah mulai masuk masa tanam. Insya Allah alat tanam kami berikan minggu depan,” ujar Dhito usai berdialog dengan petani dari Kecamatan Ngadiluwih.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung saat bupati meninjau sejumlah kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Bupati Dhito juga sempat berdialog hingga menerima berbagai aspirasi petani.
Mulai kebutuhan combine harvester, alat tanam padi atau transplanter, hingga persoalan penanganan serangan hama yang mulai muncul memasuki musim tanam.
Menurut Dhito, dari beberapa permintaan itu ada yang bisa langsung direalisasikan dalam waktu dekat.
Namun ada yang memerlukan waktu. Seperti bantuan combine harvester yang diproyeksikan baru bisa terealisasi pada akhir tahun atau awal tahun depan.
Sementara untuk persoalan hama tanaman di wilayah Ngadiluwih, bupati langsung meminta tim dinas pertanian.
Tim tersebut diminta turun ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat. Mulai penyemprotan obat hingga pembersihan area terdampak.
“Nah ini tadi saya minta turunkan langsung tim untuk dibersihkan, dikasih obat. Itu segera diselesaikan karena kalau enggak nanti bisa berbahaya,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi menyebut bantuan untuk Kecamatan Ngadiluwih tak hanya satu traktor.
Dalam waktu dekat akan ada dua alsinta yang diberikan.
Selain itu, Sukadi menegaskan, bantuan alsintan untuk Kabupaten Kediri pada tahun ini ditarget mencapai sekitar 160 unit.
Mayoritas berupa traktor roda empat yang pengadaannya dilakukan bertahap. Saat ini, sekitar 20 unit telah dikirim ke Kabupaten Kediri.
“Bertahap karena pabriknya juga melayani banyak daerah,” terangnya.
Baca Juga: Pemdes Bulusari Tarokan Kediri Gandeng Petani, Bangun Wisata Petik Buah
Menurut dia, pemenuhan kebutuhan alsintan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga kementerian.
Meski efisiensi anggaran menjadi tantangan, pihaknya memastikan dukungan terhadap petani tetap menjadi prioritas utama.
“Efisiensi tentu jadi kendala, tapi kami tidak ingin efisiensi ini jadi penyebab kami tidak berbuat,” tandasnya.
Dia juga menjelaskan, Ngadiluwih menjadi salah satu wilayah prioritas pertanian di Kabupaten Kediri.
Terutama karena kawasan tersebut memiliki potensi besar pada komoditas tebu yang masuk proyek strategis nasional swasembada gula.
Tahun ini, kata dia, Ngadiluwih mendapatkan program bongkar ratun tebu seluas 650 hektare.
Dalam program tersebut, petani bakal menerima bantuan benih senilai Rp 10 juta per hektare serta bantuan ongkos kerja sekitar Rp 4 juta per hektare.
Jika ditotal, bantuan untuk petani tebu di Ngadiluwih tahun ini mencapai sekitar Rp 9,1 miliar.
“Wilayah Ngadiluwih ini potensi terbesar adalah tebu. Tebu juga masuk proyek strategis nasional dalam rangka swasembada gula,” jelas Sukadi.
Selain sektor tebu, pemkab juga menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 3,3 ton untuk petani di Ngadiluwih selama Mei hingga Juni.
Nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp 280 juta.
Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani saat memasuki musim tanam.
Tak hanya itu, pemkab juga menyiapkan pembangunan sumur submersible beserta jaringan irigasi untuk mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau.
Saat ini sudah ada dua titik program sumur yang berjalan dan bakal ditambah lagi sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Infrastruktur pendukung lain seperti jalan usaha tani juga bakal dibangun tahun ini.
Editor : Andhika Attar Anindita