Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiga Pemda Tidak Hanya Minta Bangun Flyover, Namun juga Jembatan Lama Kertosono untuk Perlancar Mengkreng, Begini Progres Pengajuannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 5 Mei 2026 | 06:42 WIB
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Rencana pembangunan Flyover Mengkreng semakin diseriusi.

Selain membangun jalan layang, tiga kepala daerah juga sepakat mengusulkan pembangunan Jembatan Lama Kertosono untuk mengurai kemacetan di simpang tiga terpadat tersebut.

Pembangunan Jembatan Lama Kertosono, masuk ke dalam proposal proyek senilai Rp 800 miliar yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut.

Awal Mei ini, proposal proyek yang dibuat oleh Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang itu hampir rampung.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi sudah menandatangani dokumen usulan proyek.

Baca Juga: Pemkab Kediri Segera Kebut Jalan Puncak Kelud, Lanjutkan Pembangunan pada Pertengahan Tahun

Rencananya, berkas akan segera diajukan ke Kementerian PU, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali, serta ke Gubernur Jawa Timur.

"Rencana berikutnya, tiga kepala daerah mau menghadap gubernur dan Dirjen Bina Marga Kementerian PU. Terkait waktunya belum tahu tapi diusahakan secepatnya," ungkap Kabid Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Imam Malik.

Dia membenarkan tentang masuknya usulan pembangunan Jembatan Lama Kertosono yang berada di dekat Simpang Tiga Mengkreng.

Sebelumnya,  jembatan yang dibangun di zaman kolonial itu sempat akan difungsikan kembali oleh Pemkab Nganjuk.

Namun, rencana itu tidak dilanjutkan. Bahkan, kini separo konstruksi jembatan sudah dibongkar.

Padahal, menurut Malik jembatan itu berpotensi mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

Sesuai usulan di proposal, Malik menyebut pembangunan jembatan tidak harus berupa jembatan besar.

Melainkan, jembatan khusus kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat ringan. 

Dengan demikian, pengguna jalan termasuk pelajar atau pengendara lokal tidak perlu melewati jembatan utama yang saat ini jadi titik kemacetan.

Baca Juga: Butuh Rp 800 Miliar untuk Bangun Flyover Mengkreng, Begini Update yang Telah Dilakukan Pemkab Kediri, Nganjuk dan Jombang

“Kalau bisa difungsikan lagi meski skala kecil, itu bisa jadi alternatif. Misalnya untuk sepeda motor atau akses anak sekolah, jadi tidak menumpuk di jembatan utama,” jelasnya.

Malik menambahkan, pembangunan jembatan lama sengaja dimasukkan ke dalam proposal sebagai bentuk pengingat kepada Pusat.

Sebab, rencana penanganan jembatan lama pernah muncul saat kunjungan pejabat Pusat beberapa tahun lalu. Namun, belum terealisasi hingga sekarang.

Pemkab berharap, usulan yang terintegrasi itu bisa mendapat respons positif.

Selain pembangunan flyover sebagai solusi utama, pemanfaatan jembatan lama diharapkan bisa menjadi langkah cepat untuk mengurai kemacetan di kawasan Mengkreng.

“Harapannya bisa jadi pemecah kemacetan di sana,” jelasnya.

Seperti diberitakan, Rabu (8/4) lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi melakukan rapat terbatas di pos polisi Simpang Tiga Mengkreng.

Di sana, Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang menggagas pembangunan jalan layang atau flyover di simpang terpadat di wilayah perbatasan tiga daerah tersebut. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pemkab kediri #flyover #nganjuk #Mengkreng #jombang