Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kurang 50 Hari Progres Sekolah Rakyat (SR) Kediri Belum Capai Separo, ini yang Dilakukan Kontraktor untuk Percepatan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 3 Mei 2026 | 17:58 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji lakukan pemantauan di proyek SR, Plosokidul, Plosoklaten. (Foto: Wahyu Adji)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji lakukan pemantauan di proyek SR, Plosokidul, Plosoklaten. (Foto: Wahyu Adji)
KEDIRI, JP, Radar Kediri–Jelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Plosokidul, Plosoklaten pada Kamis (30/4) sore.

Hasilnya, progres proyek Pemerintah Pusat itu baru terealisasi 49,3 persen. Padahal, waktu yang tersisa tinggal 50 hari.

“Sebelumnya progres 47 sekian persen, hari ini sudah 49,3 persen,” kata Dhito yang Kamis lalu mengecek proyek bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan sejumlah pejabat.

Dengan progres yang kurang dari separo, Dhito berharap proyek tetap bisa selesai tepat waktu sesuai deadline. Yakni, pada 20 Juni nanti atau saat tahapan SPMB dimulai.

Setelah mendapat tugas menyiapkan lahan di Desa Plosokidul, Dhito memastikan Pemkab Kediri bersama Polres Kediri akan tetap mengawal proyek tersebut. Tujuannya, agar realisasi berjalan lancar dan tepat waktu.

Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Capai 49 Persen, Bupati Dhito Minta Dinsos dan Disdik Kawal Ketat Pembangunan

Untuk diketahui, SR Kabupaten Kediri akan memiliki 18 rombongan belajar (rombel). Daya tampungnya mencapai 1.080 siswa.

Para siswa yang bersekolah di sana, diprioritaskan anak dari warga kurang mampu. Yakni, mereka yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Untuk memastikan program tepat sasaran, pemimpin Kabupaten Kediri dua periode itu melibatkan dinas sosial dan dinas pendidikan untuk melakukan verifikasi secara ketat.

“Hukumnya wajib dilakukan survei lapangan sebelum menginput data siswa, agar tidak terjadi kesalahan,” tegasnya.

Tak hanya mengebut pembangunan gedung, menurut Dhito saat ini infrastruktur penunjang juga disiapkan.

Dia mencontohkan, dari total 28 tiang listrik yang dibutuhkan, 16 titik di antaranya sudah terpasang.

Terpisah, Site Operational Manager Nindya Karya–SSPS KSO Marantika Sugiarto mengatakan, meski progres fisik baru mencapai 49,3 persen, menurutnya hasil itu jadi indikator positif percepatan pembangunan.

“Kalau terhadap progres SR ini, beliau (Dhito) happy karena secara ranking kami termasuk top tier di Jawa Timur. Bahkan paling tinggi dibanding proyek sejenis lainnya,” klaim pria yang akrab disapa Rama itu.

Untuk mengejar target penyelesaian pada Juni mendatang, dia mengaku terus melakukan percepatan. Salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja. Khususnya pekerja yang memiliki keahlian khusus.

Mereka juga melakukan penambahan alat untuk mendukung percepatan di lapangan. Jika sebelumnya jumlah pekerja sekitar 700 orang, saat ini ada 800 pekerja yang diterjunkan.

Baca Juga: Ini Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri Yang Wajib Kamu Ketahui!

Bahkan, pada puncaknya Juni nanti, jumlah tenaga kerja diproyeksikan tembus 900 hingga 950 orang.

Penambahan, lanjut Rama, dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan pekerjaan. “Kami juga mengejar progres nonfisik seperti furnitur dan pekerjaan lain yang belum bisa diakui dalam progres saat ini,” jelasnya.

Dari sisi pekerjaan, menurut Rama sejumlah proyek utama telah berjalan. Mulai dari pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, hingga mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Selebihnya pekerjaan landscape juga mulai digarap.

Sisa pekerjaan yang belum selesai meliputi finishing, MEP, landscape, serta pengadaan furnitur. Secara visual, bangunan juga mulai menunjukkan bentuk.

Dari 10 asrama, tinggal dua unit yang belum rampung di pekerjaan atap. “Selebihnya sudah selesai,” jelasnya.

Untuk mendukung pekerjaan konstruksi, Rama mengaku akan mendatangkan crane berkapasitas 45 ton. Alat tersebut dibutuhkan untuk pemasangan struktur baja di gedung serbaguna.

Penambahan ini diharapkan mampu mempercepat pekerjaan yang membutuhkan mobilisasi material berat.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kapolres kediri #Sekolah Rakyat #spmb #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana