KEDIRI, JP Radar Kediri- Persiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Kediri terus dikebut.
Tak hanya administrasi, faktor kesehatan jemaah juga diperhatikan. Kemarin, puluhan CJH mendapatkan vaksinasi polio dan meningitis di Puskesmas Campurejo, Kota Kediri.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto. Dia menyebut jika ada puluhan CJH di wilayah Kelurahan Campurejo yang mengikuti vaksin. “Kebetulan paling banyak ada di Kelurahan Campurejo. Total ada 80 CJH,” ujarnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan vaksin polio, meningitis, dan COVID-19 sendiri sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Arab Saudi. Vaksinasi dilakukan untuk memberikan imunitas. Itu agar selama pelaksanaan ibadah haji, jemaah tidak mudah tertular oleh penyakit.
Baca Juga: Ibadah Haji Tak Terdampak Konflik di Timur Tengah, 283 CJH Kota Kediri Dijadwalkan Berangkat Mei
“Meningitis ini sudah perintah sejak lama. Untuk mencegah penyakit-penyakit. Juga mencegah timbulnya infeksi pada otak,” ucap Hendik.
Ya, vaksin meningitis menjadi wajib dilakukan CJH untuk melindungi risiko tertular meningitis meningokokus. Yaitu suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak, sumsum tulang belakang, dan keracunan darah.
Terlebih orang yang bepergian ke luar negeri membawa risiko menularkan meningitis kepada orang lain. Dikhawatirkan nantinya dapat menularkan kepada populasi yang lebih besar.
Baca Juga: Tiga CJH Masih ‘Tertahan’ di Kediri, Puluhan Jemaah Bertolak ke Tanah Suci Tadi Malam.
Menurutnya, CJH yang mengikuti vaksin hari ini sudah dinyatakan istithaah. Itu setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan muncul status istithaah dalam aplikasi. “Namun di luar hasil pemeriksaan kesehatan, memang ada persyaratan vaksinasi. Jadi yang ikut vaksin hari ini adalah mereka yang sudah dinyatakan siap berangkat,” tuturnya.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, total ada 285 CJH yang dinyatakan siap berangkat. Sementara yang mengikuti vaksin hari ini ada 154 CJH. Dengan rincian Puskesmas Campurejo sebanyak 80 orang, Puskesmas Balowerti sebanyak 27 orang, Puskesmas Kota Utara sebanyak 15 orang, dan Puskesmas Pesantren 2 sebanyak 32 orang.
“Itu yang dijadwalkan hari ini. Tapi kalau hasil screening belum memenuhi. Maka bisa janjian sendiri dengan petugas,” ungkapnya. Waktu pelaksanaan vaksin sendiri, Hendik menyebut maksimal 14 hari sebelum berangkat.
Terkait efek samping, jika nantinya CJH ada yang mengeluhkan maka bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat. Itu untuk menentukan penanganan dan tindak lanjut ke depannya.
Editor : Andhika Attar Anindita