JP Radar Kediri – Warga Desa Puhjajar, Kecamatan Papar, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah lebih dari satu tahun akses terputus, pembangunan jembatan penghubung antar dusun resmi dimulai melalui ground breaking jembatan Perintis Garuda. Selama ini, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Untuk diketahui, jembatan sebelumnya roboh akibat banjir pada Desember 2024 lalu. Sejak saat itu, warga Dusun Santren yang hendak menuju Dusun Puhjajar atau sebaliknya harus memutar hingga sekitar 2–3 kilometer melalui wilayah Kecamatan Purwoasri dan Plemahan. Akses yang jauh membuat aktivitas warga menjadi tidak efisien, terutama bagi petani dan pelajar. Bahkan, sebagian warga kesulitan menjangkau layanan dasar di balai desa.
Baca Juga: Ini Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri Yang Wajib Kamu Ketahui!
“Ya pengaruhnya besar, warga harus muter jauh kalau mau ke sawah atau ke dusun sebelah,” ujar Hartoyo, 70, warga setempat sembari menyebut tidak sedikit anak yang akhirnya pindah sekolah untuk mencari sekolah yang lebih dekat.
Kepala Desa Puhjajar Sukobudi menambahkan, kondisi tersebut juga sempat berdampak pada layanan kesehatan. Menurut dia, keterbatasan akses membuat sebagian warga tidak rutin datang ke kegiatan posyandu. Hal itu berimbas pada meningkatnya angka stunting di wilayahnya.
“Kalau memutar itu sekitar 3 kilometer. Jadi warga kesulitan ke balai desa, termasuk kegiatan posyandu juga terdampak,” jelasnya.
Menurutnya, ground breaking jembatan ini menjadi awal pembangunan kembali akses vital bagi masyarakat. Jembatan yang akan dibangun berupa jembatan gantung yang dapat dilalui sepeda motor. Meski belum bisa digunakan kendaraan roda empat, keberadaan jembatan ini dinilai sudah sangat membantu mobilitas warga.
"Alhamdulillah akses jadi terhubung," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0809 Kediri Mayor Infanteri Yuliandi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat melalui TNI. Program tersebut menargetkan pembangunan ratusan ribu jembatan di seluruh Indonesia sebagai upaya membuka akses wilayah.
Baca Juga: Rekanan Kebut Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kediri, Progres Fisik Baru Capai 12 Persen
Di Kabupaten Kediri sendiri, hasil pendataan menunjukkan masih ada sekitar 12 titik yang membutuhkan pembangunan jembatan serupa. Namun, saat ini baru tiga titik yang mulai direalisasikan.
"Satu di Keling, Kepung sudah jadi. Yang berbarengan ini ada di Papar dan Kras," jelasnya. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan ini untuk membuka akses masyarakat, meningkatkan mobilitas, serta mendorong kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi jembatan di Desa Puhjajar tergolong strategis karena menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yakni Papar, Purwoasri, dan Plemahan. Dengan dibangunnya jembatan ini, diharapkan akses antar wilayah menjadi lebih mudah dan memperkuat aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
Editor : Andhika Attar Anindita