KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga Minyakita yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) tidak hanya terjadi di Kabupaten Kediri.
Pasar tradisional di Kota Kediri pun ada yang menjual dengan harga Rp 18,5 ribu per liter. Padahal HET Minyakita sebesar Rp 15,7 ribu.
Harga Minyakita yang dijual di atas HET tersebut ditemukan di Pasar Setonobetek. Kenaikan harga itu diduga karena ada oknum yang memanfaatkan momentum menjelang Ramadan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kediri Andayani Nurhidayati merepons adanya harga Minyakita yang melampaui HET.
Politikus Partai Golkar itu berjanji akan menindaklanjuti adanya informasi tersebut. “Saya koordinasi dulu dengan teman-teman (komisi II, Red),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon kemarin.
Baca Juga: Disdagin Kabupaten Kediri Temukan Minyakita yang Harganya di Atas HET, Ini Lokasi Pasarnya
Tidak menutup kemungkinan, ia akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional. Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Andayani akan menggandeng dinas perdagangan dan perindustrian, bulog, dan satpol pp. “Bila perlu nanti dari kepolisian juga diajak,” tegasnya.
Sementara itu, Lia, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek, Kota Kediri mengaku terpaksa menjual Minyakita di atas HET. hal itu dilakukan karena Minyakita yang diterima dari agen sudah tinggi.
“Harga penjualan mahal karena dari agen memang sudah tinggi. Beli per liternya Rp 17.500, saya jual Rp 18.500. Dapat untung seribu rupiah saja,” ujar perempuan berusia 30 tahun itu.
Baca Juga: DPRD Kota Kediri Akan Bahas Harga Minyakita di Kediri yang Melampaui HET
Lebih lanjut dia menjelaskan, Minyakita per karton sebesar dibeli dengan harga Rp 210 ribu. Isinya 12 pcs atau setara dengan 12 liter. Jika dirinci, harga setiap satu liter Minyakita sudah Rp 17,5 ribu.
Alasan itulah yang membuatnya harus menjual Minyakita di atas HET karena tidak ingin merugi.
Berbeda dengan Lia yang membeli Minyakita dari agen, Ulik, pedagang pracangan di Pasar Setonobetek Kota Kediri bisa menjual Minyakita sesuai HET. Dia menjual dengan Rp 15.700 per liternya.
“Bisa murah karena dapatnya dari Bulog. Yang dari Bulog ini lebih murah daripada agen. Harga per liternya Rp 14.500, kami menjual Rp 15.700,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Tapi dia mengaku sempat menjual di atas HET karena membeli Minyakita dari agen bukan dari bulog.
Baca Juga: Disdagin Kabupaten Kediri Temukan Minyakita yang Harganya di Atas HET, Ini Lokasi Pasarnya
Selama dua minggu terakhir, ini Minyakita dari bulog sudah bisa didapat dengan mudah. Setiap minggunya, dia ditargetkan untuk bisa menghabiskan pasokan 30 sampai 50 karton.
“Baru dua minggu ini pasokannya berjalan lancar. Bahkan ada rencana jika per minggunya ditargetkan untuk bisa menghabiskan 100 karton,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita