Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengunjung Wajib Tahu! Ini Alasan Pemkab Kediri Tata Ulang Museum Sri Aji Joyoboyo

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 2 Februari 2026 | 03:00 WIB
MEGAH: Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Pagu sudah dibuka sejak akhir 2025 lalu. Untuk membuat nyaman pengunjung, pemkab akan melakukan penataan ulang ruang pamer tahun ini. (Foto: Wahyu Adji)
MEGAH: Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Pagu sudah dibuka sejak akhir 2025 lalu. Untuk membuat nyaman pengunjung, pemkab akan melakukan penataan ulang ruang pamer tahun ini. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri -Setelah dilakukan soft launching pada akhir Desember 2025 lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri akan segera menata ulang Museum Sri Aji Joyoboyo. Terutama alur pengunjung dan ruang pamernya.

Untuk diketahui, dalam soft lanching akhir tahun lalu Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sempat memberikan beberapa catatan.

Di antaranya meminta agar ruang pamer benda-benda bersejarah ditata kembali.

Menindaklanjuti Arah itulah, tahun ini disparbud akan segera melakukan penataan ulang.

Baca Juga: Cerita Louis Angel Alwi Terjun ke Aktivitas Sosial Setelah Malang Melintang di Dunia Kecantikan

“Akan kembali kami tata sesuai Arah Mas Bup (Bupati Dhito),” kata Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi.

Akan ditata seperti apa? Mustika mengatakan disparbud akan membahas secara detail.

Termasuk konsep penataan ulang ruang pamer. Mereka akan melibatkan konsultan perencana yang ahli di bidangnya.

Tak hanya menata ruang pamer, menurut Mustika disparbud juga akan menata aliran atau arus pengunjung mulai masuk ke area museum dan akses keluar mereka.

“Apakah pintu masuk area pameran nanti dari sisi luar seperti saat ini atau akan diubah dari sisi tengah, masih kami rencanakan,” terang Mustika sambil menyebut pengaturan alur dilakukan setelah pembangunan etnografika selesai.

Baca Juga: Setahun, Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Kediri, Ini Langkah Dinkes

Disparbud, jelas Mustika, memilih untuk memaparkan konsep dan perencanaan lebih dulu. Sehingga, hasilnya nanti bisa lebih maksimal.

Perlu diketahui, selain mengoptimalkan ruang pameran, Pemkab Kediri juga akan membangun fasad dan menambah fasilitas museum.

Jika saat ini bangunan museum masih terkesan polos, ke depannya akan dilengkapi fasad agar bangunan bisa menyatu dengan konsep museum.

Baca Juga: Setahun, Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Kediri, Ini Langkah Dinkes

“Konsepnya (fasad) bernuansa natural-modern dengan tetap mengandung unsur budaya Kediri,” kata Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Joko Riyanto.

Pemkab, jelas Joko, menyiapkan anggaran sekitar Rp 6 miliar tahun ini.

Selain untuk membangun fasad, dana tersebut juga akan digunakan untuk merevitalisasi amfiteater di area belakang museum.

Seperti halnya ruang pamer museum yang dipasang fasad, menurut Joko di amfiteater nanti juga akan ditambah ornamen untuk bagian latar panggungnya.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya melihat museum fisik saja. Melainkan juga ada ornamen-ornamen cantik di amfiteater yang bisa jadi daya tarik pengunjung.

Baca Juga: Warna Ngejreng Jadi Daya Tarik, Produk Rajutan Asal Kediri Ini Laris Manis Diburu Bule

Seperti diberitakan, selama ini amfiteater sudah dimanfaatkan untuk pentas seni pelajar dan guru. Ke depan, fasilitas yang representatif itu akan menjadi tempat untuk kenalan seni dan budaya Kabupaten Kediri. Terutama untuk kalangan pelajar dan remaja. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #pemkab kediri #Museum Sri Aji Jayabaya #disparbud #Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)