KEDIRI, JP Radar Kediri-Penutupan sementara Perpustakaan Umum Mastrip Kota Kediri diperpanjang.
Jika semula perpustakaan terbesar di Kota Kediri itu hanya ditutup hingga akhir Desember 2025, di awal 2026 ini sarana baca masyarakat itu belum bisa dibuka.
Sebab, setelah rehab eksterior, Pemkot Kediri akan melakukan perombakan interior bangunan. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan, perbaikan eksterior perpustakaan memang sudah selesai pada Desember 2025 lalu.
Namun, proyek yang dimulai Juli-Desember itu hanya mencakup atap dan fasad gedung saja. “Tahun ini dari dinas arsip dan perpustakaan akan merehab bagian dalamnya. Tapi ini masih proses gambar desain perencanaan,” kata Chevy.
Rehabilitasi interior perpustakaan umum itu akan meliputi perubahan tata letak. Ada pula pembaruan konsep menyesuaikan segmentasi pembaca perpustakaan yang mayoritas merupakan anak muda.
Hal itu pula yang menurut Chevy jadi alasan penutupan fasilitas publik berlanjut hingga tahun ini. Rencananya, tahapan desain perencanaan ditargetkan selesai Januari ini.
“Nanti mulai pengerjaannya (proyek fisik) sekitar bulan Maret. Mudah-mudahan tiga bulan selesai karena targetnya Juli sudah harus bisa dimanfaatkan perpustakaannya,” terang Chevy.
Rencananya, bangunan tiga lantai itu akan diubah konsepnya. Chevy mencontohkan, perubahan tata letak dan peremajaan sarana dan prasarana akan dihadirkan di perpustakaan lantai 3.
Tujuannya untuk menghadirkan suasana baru agar lebih nyaman bagi pengunjung. Selain itu, ruang kerja komunal atau coworking space juga akan dihadirkan di gedung itu.
“Di lantai dua itu kan dulu kantor untuk bidang perpustakaan. Sekarang yang lantai dua mau kami fungsikan sebagai ruang komunal. Bisa untuk komunitas, untuk ruang diskusi, pembelajaran, workshop, bahkan event-event kecil. Jadi untuk komunitas biar bisa beraktivitas di situ,” bebernya tentang rencana menghadirkan coworking space di lantai dua gedung perpustakaan.
Selain itu, fasilitas berupa kafe juga akan dihadirkan di gedung lantai 1. Wacana itu menurutnya menimbang segmentasi pengunjung perpustakaan yang mayoritas merupakan anak muda.
“Kemarin kami cek data, ternyata segmen pengunjung yang paling banyak itu usia 17 - 25 tahun. Jadi kami sesuaikan,” paparnya tentang beberapa perubahan di era Wali Kota Vinanda Prameswati itu.
Lebih jauh Chevy menegaskan, peremajaan perpustakaan tidak hanya dilakukan pada bangunannya saja. Melainkan juga koleksi-koleksi perpustakaan yang akan diperbarui.
Mulai tahun ini, pihaknya fokus pada penambahan jumlah buku yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Dengan cara itu, dia berharap masyarakat makin leluasa mengakses bacaan di sana.
“Sampai nanti ke depan kami juga fokusnya masih kepada penambahan jumlah koleksi. Karena kurang banyak banget,” tandas Chevy.
Untuk merombak fasilitas publik itu, Pemerintah Kota Kediri menganggarkan dana hingga Rp 1,2 miliar. Tak hanya rehabilitasi, nantinya digitalisasi juga akan dilakukan di sana. Sayang, Chevy belum membeber detailnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita