Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Burung dari Rusia dan China Migrasi ke Kediri, BBKSDA Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perburuan

Ayu Ismawati • Kamis, 22 Januari 2026 | 06:00 WIB
MIGRASI: Gerombolan burung dari Rusia dan China bermigrasi ke beberapa wilayah Tulungagung dan Kediri untuk mencari makan serangga kecil di area persawahan.
MIGRASI: Gerombolan burung dari Rusia dan China bermigrasi ke beberapa wilayah Tulungagung dan Kediri untuk mencari makan serangga kecil di area persawahan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Fenomena migrasi burung dari Rusia dan China tidak hanya ditemui di wilayah di Tulungagung.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Wilayah I Kediri mengungkapkan, aktivitas kawanan burung itu juga ditemui di sejumlah wilayah Kediri.

Diketahui, fenomena singgah sementara itu terjadi karena satwa itu tengah mencari makan.

“Mereka singgah sementara di persawahan atau di tempat-tempat berair seperti pantai yang ada lumpur tempat sumber makanannya untuk dia bertahan hidup karena negara asalnya itu sedang musim dingin,” ujar Polisi Kehutanan Seksi Konservasi BKSDA Jawa Timur Wilayah I Kediri Ahmad David Kurnia Putra.

Migrasi kawanan burung itu menurutnya rutin terjadi tiap tahun. Burung yang berasal dari belahan bumi utara itu cenderung mengunjungi daerah tropis untuk mencari makan.

Di antaranya seperti cacing, krustasea, hingga serangga-serangga kecil di area persawahan. Migrasi itu mereka lakukan selama persediaan makanan di negara asalnya berkurang karena cuaca dingin.

Sejak dua tahun terakhir, pihaknya menemukan tujuh jenis burung migran di wilayah Tulungagung.

Sedangkan tahun ini, pihaknya mendata sudah ada empat jenis burung yang singgah di wilayah Tulungagung dan Kediri. Yakni, Terik Asia, Berkik, Layang-Layang Asia, dan Trinil Semak.

“Sebarannya berbeda-beda. Seperti di Trenggalek saat kami survei ada di pantai Mangrove Cengkrong. Jenisnya juga beda, Gajahan Pengala. Dan itu tidak dijumpai di area persawahan Tulungagung. Kemudian waktu di Kediri ada juga jenis berkik, yang tidak kami jumpai di wilayah lain,” terangnya.

David menjelaskan, periode migrasi burung ini terjadi mulai Oktober hingga Maret mendatang.

Meski rata-rata menyebar, beberapa jenis burung cenderung bergerak dalam koloni besar. Seperti Terik Asia yang banyak ditemui dalam kawanan besar di Tulungagung dan Kediri.

Di Kediri, kawanan burung ini bisa dijumpai di hampir seluruh kawasan persawahan dan perkebunan tebu. Mulai dari wilayah perbatasan Tulungagung-Kediri, Pare, hingga Banyakan.

“Ciri-cirinya itu seperti walet-waletan kalau orang lokal bilang,” sambungnya sembari menyebut, beberapa jenis burung migran itu akan singgah selama sekitar 2 minggu sebelum berpindah ke wilayah lain.

Saat ini, pihaknya pun terus melakukan monitoring dan pengawasan. BBKSDA juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perburuan terhadap burung-burung tersebut.

Sebab, burung-burung itu—khususnya Terik Asia—merupakan satwa berstatus dilindungi oleh pemerintah.

“Jangan menangkap, jangan memburu, baik untuk dijadikan hidangan atau hobi. Biarkan mereka hidup untuk mencari serangga-serangga kecil yang Insya Allah juga bermanfaat bagi pengendalian hama,” pesannya. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.     

Editor : Andhika Attar Anindita
#satwa liar dilindungi #BBKSDA #BBKSDA Jatim #burung #migrasi burung #fenomena alam