
Bagaimana Anda melihat sikap dan sifat koruptif di negeri ini? Biasa saja? Sudah mengakar kuat? Mendarah daging? Sulit diberantas? Menjalari hingga ke sendi-sendi kehidupan paling kecil bangsa ini?
Ah, siapa bilang negeri ini sarang koruptor? Itukan omongan mereka yang berseberangan dengan rezim saja.
Okelah, soal sifat dan sikap koruptif boleh saja subjektif. Ada yang bilang negara masih fine-fine saja. Ada pula yang bilang penyakit korupsi sudah sangat akut. Ibarat kanker yang sudah menjalar hingga ke bagian paling kecil tubuh.
Siapa yang bisa dipercaya? Tentu saja data. Kan, sekarang ini orang lagi gandrung dengan yang namanya data. Datanya mana? Datanya mana?
Soal data ini, menurut Transparency International-lembaga nirlaba international yang getol melawan korupsi-Indonesia berada di posisi 109. Sedangkan negara yang disurvei sebanyak 180. Skornya, 34 dari 100. Artinya, bila yang paling bersih itu mendapat nilai 100, negara kita hanya mendapat nilai 34!
Data itu keluar tahun lalu, 2025. Padahal tahun sebelumnya Indonesia sempat ada di posisi 37. Fakta yang menjajarkan kita dengan negara semacam Nepal dan Laos.
Baca Juga: Desa Vs Kota
Lalu, bagaimana dengan negara-negara tetangga kita? Yang masuk rumpun Asia Tenggara? Saya hanya bisa menyodorkan data ini, Singapura skornya 84, Malaysia 52, Timor Leste 44, dan Vietnam 41!
Bagi penggiat anti-korupsi, situasi ini jelas tidak menyenangkan. Indonesia Corruption Watch misalnya, menuding arah politik hukum di negara ini kian hari kian memperlemah agenda pemberantasan korupsi. Demikian pula Laode M. Syarif, yang pernah jadi wakil ketua KPK, yang mengatakan anjloknya peringkat itu salah satunya akibat revisi undang-undang KPK.



