KEDIRI, JP Radar Kediri- Senin kemarin (19/1) sedianya jadi hari terakhir uji coba penataan kawasan Jl Stasiun.
Namun, berdasar hasil pertemuan dengan warga kemarin pagi, Pemkot Kediri memutuskan memperpanjang masa penyesuaian tersebut. Termasuk di antaranya mengakomodasi usulan dari warga yang masih dalam tahap penyesuaian.
Untuk diketahui, Pemkot Kediri menekankan tiga hal dalam penataan Jl Stasiun. Yakni, mengatur arus lalu lintas menjadi satu arah dari barat ke timur. Kemudian melarang parkir di sepanjang Jl Stasiun. Serta, melarang PKL berjualan di sepanjang Jl Stasiun.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, sudah ada pemahaman yang sama antara pemkot dan warga. Namun untuk penerapan kebijakan itu, masih akan melihat perkembangan ke depannya.
Warga, lanjut Cholis, mengusulkan agar larangan parkir di sepanjang Jl Stasiun berlaku mulai pukul 18.00 hingga malam.
Dengan catatan, mereka harus mulai membiasakan tidak parkir di bahu jalan. Khususnya untuk kendaraan roda empat.
“Kalau mintanya warga sampai jam 12 malam. Nanti kami mengawal sampai jam 10 malam. Setelah itu warga yang memberikan partisipasi (membantu menertibkan, Red),” ujar pria yang akrab disapa Cholis itu.
Meski pemkot mengakomodasi usulan warga, Cholis menegaskan itu bagian dari penyesuaian di masa uji coba.
Targetnya, pemkot tetap akan menerapkan penataan kawasan yang tertib lalu lintas dan terbebas dari parkir sembarangan.
“Kalau aturan kami sebenarnya tetap nggak boleh (parkir di bahu jalan saat siang hari, Red). Tapi ini kami membiasakan. Nanti dengan adanya contoh dari warga tidak parkir di sini (bahu jalan) kan makin lama makin terbiasa,” tandas Cholis.
Selain soal larangan parkir, pengaturan PKL juga dibahas dalam pertemuan itu. Menurut Cholis, PKL nantinya diarahkan untuk pindah ke lahan Eks Pasific Motor yang saat ini menjadi kantong parkir Jl Stasiun.
“Karena Eks Pasific itu nanti akan jadi sentra kuliner juga,” ungkapnya sembari mengatakan saat ini pemkot tengah menyiapkan penataannya.
Sementara itu, Herry Susanto, salah satu pemilik toko di Jl Stasiun berharap agar larangan parkir tidak diberlakukan 24 jam.
Sebab dia khawatir perekonomian warga yang berdagang di sepanjang jalan tersebut akan terdampak.
“Sekarang pun sudah ada beberapa toko yang mengalami penurunan omzet. Dan ada datanya juga bahwa penurunannya memang sangat banyak,” tuturnya menyetujui larangan parkir diterapkan mulai pukul 18.00.
Rencana larangan parkir di Jl Stasiun menurut Herry juga membuat animo masyarakat berbelanja di sana terpengaruh.
“Masyarakat mau belanja di sini akhirnya mikir. Oh, nggak boleh parkir. Akhirnya pindah ke tempat lain,” sambungnya berharap ada solusi terbaik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian