KEDIRI, JP Radar Kediri- Upaya Pemkot Kediri mengendalikan inflasi akan segera diadopsi oleh Pemkot Madiun. Dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi di Pemkot Kediri Selasa (13/1) malam lalu, dua daerah sepakat untuk menjalin kerja sama. Di antaranya di bidang ekonomi dan pariwisata.
Untuk diketahui, penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.
Wali Kota Madiun Maidi yang hadir bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga disambut oleh jajaran pejabat Pemkot Kediri.
Selain menandatangani kerja sama, rombongan Pemkot Madiun juga berkeliling ke beberapa lokasi di Kota Kediri untuk melihat potensi yang bisa diadopsi dan dikembangkan di sana.
“Potensi kota memang berbeda-beda. Tetapi potensi yang berbeda itu perlu dikerjasamakan. Karena banyaknya perubahan-perubahan ini tatkala kita tidak kerja sama, kita akan ketinggalan,” kata Maidi.
Salah satu kerja sama yang menurutnya potensial dilakukan Kota Madiun dan Kota Kediri saat ini adalah sektor ekonomi. Khususnya suplai hasil bumi seperti produk pertanian, hortikultura, hingga tanaman hias.
Maidi mencontohkan, saat Kota Madiun kesulitan suplai cabai, mereka bisa memasok dari Kediri yang produksinya lebih tinggi. Begitu juga untuk produk pangan dan perkebunan lain seperti buah-buahan.
Hal itu pula yang membuatnya tertarik mengadopsi konsep distribusi pangan dan produk pertanian dengan cakupan luas seperti Pasar Grosir Ngronggo dan Pasar Setonobetek.
“Yang jelas mulai bunga, tanaman, semua dari sini. Habis itu buah. Nanti akan saya bawa ke sana (Kota Madiun, Red), akan kerja sama. Dan sana ada apa juga kami bawa ke sini,” ungkap Wali Kota Madiun dua periode itu.
Kerja sama tersebut menurut Maidi penting untuk mengendalikan inflasi. Dengan suplai yang terjaga melalui kerja sama antar-wilayah, potensi inflasi tinggi bisa ditekan.
“Kalau inflasi itu tinggi, masyarakat bingung. Karena kita jasa kuliner, kalau tidak terjadi inflasi, kuliner kita bertahan murah. Kalau inflasi tinggi, kuliner kita pasti naik. Kalau tidak dinaikkan, untungnya UMKM itu kecil. Maka ini perlu kolaborasi,” tandas Maidi sembari menyebut pihaknya juga bekerja sama di sektor pariwisata, terutama bidang kuliner.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, ada beberapa poin penting dalam perjanjian kerja sama itu.
Di antaranya terkait penyelenggaraan pemerintahan melalui kerja sama untuk meningkatkan tata kelola birokrasi. Hingga pengembangan potensi dan program komunikasi-informasi juga akan dikerjasamakan.
“Juga terkait potensi yang kami miliki dari bidang pariwisata, UMKM, ekraf (ekonomi kreatif), dan lain sebagainya. Juga tidak menutup kemungkinan kita juga kerja sama berkaitan dengan infrastruktur dan lain sebagainya,” terang Vinanda.
Vinanda menegaskan, Pemkot Kediri juga berpeluang mengadopsi program-program unggulan Pemkot Madiun. Terutama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Serta mendukung peningkatan pelayanan publik. Salah satu potensi Madiun yang bisa diadopsi Kota Kediri menurutnya adalah programnya dalam pengelolaan komunikasi dan informasi.
“(Yang akan diadopsi dalam waktu dekat, Red) Mungkin berkaitan dengan komunikasi informasi. Karena kemarin Madiun mendapatkan nilai SAKIP-nya (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) tinggi. Kami ingin belajar ke sana,” tandas Vinanda.
Sementara itu, selain menandatangani perjanjian kerja sama, Vinanda dan Maidi juga bersepeda bersama sejumlah kepala dinas kemarin pagi (14/1). Start di balai kota, rombongan berkeliling Kota Kediri dan ke Sumber Jiput, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian