KEDIRI, JP Radar Kediri-Banyaknya desa yang tidak memiliki pendapatan asli desa (PADes) karena tidak punya aset, bisa disiasati dengan mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes).
Hingga pertengahan Januari ini, dari total 343 desa, ada 21 di antaranya yang belum maksimal.
Tahun 2025 lalu ratusan BUMDes di Kabupaten Kediri mendapat modal operasional.
Besarnya mencapai 20 persen dari alokasi dana desa (DD) untuk BUMDes bidang ketahanan pangan. Adapun tahun ini mereka tidak mendapat suntikan modal tambahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono mengatakan, dengan keterbatasan dana dari pemerintah, desa diharapkan bisa melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan desa.
“Bisa melalui PADes, penghasilan BUMDes atau kerja sama dengan pihak ketiga,” kata Agus.
Tahun 2025, lanjut Agus, Pemkab Kediri telah merancang beberapa kegiatan untuk pemberdayaan BUMDes.
Misalnya, fasilitasi keberadaan legal formal BUMDes dengan terbitnya badan usaha.
Kemudian, pelatihan pengelolaan keuangan BUMDes, hingga pelatihan identifikasi potensi yang ada di desa.
Dengan bekal tersebut, mereka juga diberi modal sebesar 20 persen dari DD.
Berbekal modal itu, Agus meminta agar pemerintah desa bisa memanfaatkannya untuk menggenjot PADes.
Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa (PUED) DPMPD Kabupaten Kediri Legisan menambahkan, setiap desa memang sudah memiliki BUMDes.
Meski jumlahnya mencapai 343 unit, yang sudah aktif berusaha baru 322 unit saja. Adapun 15 unit lainnya masuk kategori kurang aktif.
Kemudian, enam unit belum aktif atau belum memulai usahanya.
“Sebelum 2025 lalu (adanya penyertaan modal 20 persen) semua desa sudah punya. Status ini sudah ada sebelum penyertaan modal ketahanan pangan 20 persen DD 2025,” jelasnya terkait status 343 BUMDes.
Seperti halnya Agus, Legisan juga mendorong agar 343 desa di Kabupaten Kediri bisa segera aktif.
Sehingga, desa-desa yang tidak memiliki aset tanah bisa menghasilkan PADes.
Sementara itu, Desa/Kecamatan Grogol adalah salah satu desa yang BUMDes-nya sudah berjalan sejak lama.
Usaha percetakan mereka sudah menghasilnya PADes. “Setahun pemasukan antara Rp 12 juta sampai 17,3 juta,” kata Kepala Desa Grogol Suparyono.
Selain pendapatan dari BUMDes, menurut Yono desa juga memiliki PADes dari sewa aset tanah kas desa.
Setahun bisa menghasilkan Rp 59 juta. “Tahun ini kami membangun BUMDes bidang peternakan. Kandang dan sarpras sudah siap, tinggal menunggu ayam datang akhir bulan ini,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita