KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri mematangkan persiapan relokasi eks-Pedagang Kaki Lima (PKL) Joyoboyo dan Patiunus di Pasar Banjaran.
Puluhan PKL dari ruas jalan tersebut direlokasi untuk mengisi sentra kuliner yang tengah dibangun di kawasan tersebut. Akhir bulan ini, mereka ditargetkan mulai operasional.
Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Lutfi mengatakan, pembukaan sentra kuliner itu dijadwalkan pada 20 Januari mendatang.
Sebelum itu, berbagai persiapan terus dikebut. Termasuk simulasi oleh Pemkot Kediri yang dilakukan pekan lalu di Pasar Banjaran.
“Persiapannya Insya Allah sudah kami lakukan dan kemarin sore kami simulasikan penempatan gerobaknya,” ujar Lutfi.
Itu karena total ada 24 gerobak yang akan ditempatkan di pasar tersebut.
Tepatnya di halaman depan pasar yang diproyeksikan menjadi sentra kuliner selama jam operasional pedagang pasar berakhir. Yakni, mulai pukul 14.00 hingga malam hari.
“Gerobaknya ada 24. Tetapi Insya Allah cukup karena nanti ditata. Dan pedagang harus mengikuti tatanan yang sudah ditentukan agar tertata dengan baik,” terangnya.
Adapun nantinya, penempatan gerobak-gerobak itu akan dilakukan dengan mekanisme undian. Sehingga antar-pedagang tidak akan berebut area berdagang di pasar tersebut.
“Nanti akan dikocok untuk para pedagang yang akan menempati di area mana. Sehingga tidak rebutan area karena memang hasil undian atau kocokan,” beber Lutfi.
Jika area halaman depan akan dipakai untuk tempat gerobak pedagang, nantinya area parkir akan difungsikan sebagai area duduk pengunjung.
Sehingga, di sana akan dibangun konsep food court terbuka yang aktif sore hingga malam.
Seperti diberitakan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan bantuan modal (banmod) berupa gerobak kepada eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus pada 29 Desember 2025 lalu.
Pemberian banmod itu sekaligus mengawali rencana relokasi sedikitnya 24 PKL ke Pasar Banjaran. Gerobak itu akan digunakan untuk berdagang di lokasi baru yang dianggap lebih nyaman dan aman.
Sehingga nantinya, kawasan itu juga akan difungsikan sebagai sentra kuliner di waktu tertentu.
Yakni, saat aktivitas perdagangan pasar sudah berakhir mulai pukul 14.00 tiap harinya. Mengusung konsep food court, tidak hanya akan ada angkringan di sana. Melainkan berbagai kuliner hingga hiburan untuk meramaikan tempat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita