KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kediri akan semakin luas.
Dalam waktu dekat ini, direncanakan akan ada sebelas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru yang dibuka.
Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto, tahun ini MBG akan diprioritaskan menyasar kelompok rentan 3B. Yakni, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Kediri Armeityansyah mengatakan, dari total 11 SPPG yang akan beroperasi, termasuk sudah menyiapkan kepala dapur masing-masing. Namun, operasional dapur tertunda karena persiapan administrasi.
Baca Juga: Kapolresta Kediri Kota Wanti-Wanti Menu MBG Harus Aman, Ini Yang Akan Dilakukan
“Kalau yang akan operasional ini sudah ada kepala SPPG. Tapi masih terkendala administrasi, jadi belum bisa mulai operasional,” ungkap pria yang akrab disapa Ian itu.
Salah satu syarat administrasi yang masih harus dipenuhi adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tanpa SLHS, dapur belum bisa beroperasi.
“Jadi apabila belum melakukan rangkaian pendaftaran atau memuat persyaratan untuk SLHS, belum bisa dioperasionalkan,” lanjutnya.
Untuk mengurus SLHS itu, waktu yang dibutuhkan pun bervariasi. Pihaknya pun memprioritaskan seluruh tahapannya diselesaikan sebelum dapur benar-benar memulai operasional.
“Karena tergantung dari penjadwalan dinas kesehatan dan kemampuan dapur untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan,” terang Ian.
Baca Juga: Libur Sekolah, Penyaluran MBG di Kota Kediri Tetap Berjalan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa di tahun 2026 ini, MBG akan lebih fokus menyasar seribu hari pertama kehidupan.
Yakni, dengan menyasar ibu hamil dan balita sebagai target prioritas penerima manfaat. Bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan anak dan mengatasi permasalahan stunting .
Terkait itu, Ian mengatakan pada tahun ini, pendataan penerima manfaat akan diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terlebih dahulu.
Pihaknya juga mendistribusikan secara merata sasaran penerima manfaat ke setiap SPPG. Sesuai data yang diberikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri.
Baca Juga: MBG Distop karena Belum Cairnya Anggaran 8 SPPG, Puluhan Ribu Siswa di Kediri Gigit Jari
“Jadi kami prioritaskan pendataan penerima manfaat untuk bumil, busui, dan balita. Baru menambahkan target peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan,” urai Ian.
Berdasarkan situs SPPG Kota Kediri, saat ini sudah ada 5.767 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menerima program MBG. Paling banyak berasal dari kelompok balita dengan mencapai 4.337 orang.
Sedangkan untuk jumlah target keseluruhan di Kota Kediri, selain itu masih terus melakukan pembaruan data.
Seperti diberitakan, total ada 34 SPPG yang aktif beroperasi di Kota Kediri hingga pertengahan Januari ini. Itu sudah termasuk dapur yang baru mulai beroperasi pada awal 2026 ini.
Sebaran SPPG aktif itu meliputi 10 SPPG di Kecamatan Kota, 7 SPPG di Kecamatan Pesantren, dan 17 SPPG di Kecamatan Mojoroto.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian