Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemindahan Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Tunggu Audit BPK

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:00 WIB

 

TERUS DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan los Pasar Ngadiluwih. Proyek yang seharusnya selesai akhir Desember itu diperpanjang hingga akhir Januari ini. (Foto: Wahyu Adji)
TERUS DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan los Pasar Ngadiluwih. Proyek yang seharusnya selesai akhir Desember itu diperpanjang hingga akhir Januari ini. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri -Pembangunan Pasar Ngadiluwih di- batas waktu selesai akhir Januari ini.

Meski begitu, transfer pedagang tidak bisa dilakukan di awal tahun.

Sebab, Pemkab Kediri masih harus menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lebih dulu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, sesuai target pembangunan Pasar Ngadiluwih seharusnya selesai akhir Desember.

“Januari seharusnya sudah persiapan (pemindahan pedagang),” kata Tutik.

Salah satunya diawali dengan pengundian los untuk penempatan pedagang.

Selanjutnya, Februari mereka sudah bisa menambah keperluan di lapak. Sehingga, pada akhir Maret atau April sudah bisa pindah ke bangunan yang baru.

Namun, karena realisasi fisik pasar molor, otomatis pedagang juga ikut mundur.

Apalagi mereka harus menunggu audit BPK lebih dulu.

Sesuai tahapannya, setelah proyek selesai BPK akan melakukan audit. Hal itu dilakukan karena proyek tidak bisa selesai tepat waktu.

“Ini (penyelesaian proyek) kan mundur, Bukan perpanjangan kalau ini bahasanya memberikan kesempatan (penyelesaian proyek).Sehingga perlu ada audit,” lanjutnya tentang mekanisme kelanjutan pembangunan pasar.

Jika audit dari BPK sudah selesai, Tutik menyebut kontraktor baru bisa menyerahkan fisik Pasar Ngadiluwih ke Pemkab Kediri.

Setelah itu, barulah bangunan bisa dimanfaatkan.

Nantinya disdagin akan memanggil pedagang untuk melakukan pengundian los.

Selanjutnya, pedagang baru bisa memasang atribut lapak. Dengan adanya tahapan tersebut, Tutik memprediksi perpindahan pedagang mundur beberapa bulan.

“Tapi insya Allah yang jelas tahun ini sesuai Arah Mas Bupati (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) harus ditempati tahun ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan, pembangunan Pasar Ngadiluwih dianggarkan Rp 29,8 miliar. Rekanan memenangkan tender senilai Rp 23,8 miliar.

Konsep pembangunan Pasar Ngadiluwih dibuat sama dengan Pasar Wates.

Yakni, pasar yang mengolaborasikan konsep tradisional, modern, dan budaya.

Jika luas Pasar Wates hanya 10 ribu meter persegi, Pasar Ngadiluwih lebih luas atau mencapai 13 ribu meter persegi. 

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #pedagang pasar #perdagangan #pasar ngadiluwih