KEDIRI, JP Radar Kediri- Permasalahan sampah menjadi isu serius di Kota Kediri. Tahun ini, fungsi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) akan dimaksimalkan.
Salah satunya dengan melakukan pengadaan mesin pengolahan sampah di TPS3R. Mesin itu digadang bisa mereduksi timbulan sampah hingga 30 persen.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh. Pihaknya berencana menambah mesin pengolahan sampah di lokasi yang belum memiliki mesin tersebut.
Meliputi mesin pencacah sampah, mesin conveyor belt pemilah sampah, dan mesin pengayak sampah.
“Rencananya kami akan lakukan optimalisasi TPS3R itu di tiga lokasi,” ujar Indun.
Di Kota Kediri saat ini ada delapan titik TPS3R. Pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan lokasi sasaran optimalisasi. Salah satunya dengan menimbang kesiapan sumber daya manusia (SDM).
“Kemudian dari sisi produksi sampahnya juga tinggi makanya harus disupport dengan alat. Supaya reduksi sampahnya itu bisa maksimal,” terang perempuan yang pernah menjadi Kalaksa BPBD Kota Kediri ini.
Dengan begitu, sampah yang diarahkan ke TPA Klotok bisa dikurangi dengan cara pemilahan terpadu di TPS3R.
“Jadi kalau misalnya sampah yang masuk TPS3R itu satu ton, yang dibawa ke TPA itu tinggal 700 kg. Yang 300 kilo bisa diolah di TPS3R,” ucap Indun.
Pengolahan itu bisa dalam bentuk kompos atau dipilah untuk dijual kembali khusus sampah yang masih punya nilai jual.
“Seperti botol dan kardus,” tutur mantan Kepala Bakesbangpol Kota Kediri ini.
Melalui pengolahan sampah terpadu itu, pihaknya berharap jumlah sampah yang diarahkan ke TPA Klotok tiap harinya bisa dikurangi di level masyarakat.
Targetnya, usia teknis TPA yang menjadi muara sampah dari seluruh Kota Kediri itu juga bisa lebih panjang.
“Target kami rencana awal Maret sudah running,” pungkasnya. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita