Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Proyek Pasar Ngadiluwih Kediri Molor, Segini Nominal Denda Kontraktor

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 7 Januari 2026 | 06:30 WIB
CEK FISIK: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) mengecek progres proyek Pasar Ngadiluwih yang menurut adendum kedua pengerjaan diberi waktu hingga 29 Januari nanti. (Foto: Adji)   
CEK FISIK: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) mengecek progres proyek Pasar Ngadiluwih yang menurut adendum kedua pengerjaan diberi waktu hingga 29 Januari nanti. (Foto: Adji)  

KEDIRI,  JP Radar Kediri-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek progres pembangunan Pasar Ngadiluwih kemarin.

Setelah memberikan perpanjangan realisasi fisik hingga satu bulan, dia mewanti-wanti agar perpindahan pedagang ke bangunan baru bisa dipercepat tahun ini.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Dhito bersama Sekretaris Daerah (Sekda) M. Solikin dan sejumlah pejabat tiba di lokasi pasar pukul 12.15.

Setelah mengecek seluruh bagian bangunan, termasuk beberapa item yang belum selesai, Bupati Kediri dua periode itu memberi beberapa catatan.

Salah satunya, agar pasar bisa segera ditempati pedagang tahun ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih yang dikonfirmasi usai kunjungan Dhito mengatakan, sesuai kontrak seharusnya pembangunan pasar bisa rampung 23 Desember lalu.

Namun, dari hasil evaluasi justifikasi konsultan pengawas, kontraktor lantas mengajukan perpanjangan.

"Kami beri perpanjangan tujuh hari, namun di perpanjangan itu ada beberapa item baru. Kemudian ada adendum dan perpanjangan kita berikan sampai tanggal 30 (Desember),” ungkap Tutik.

Rupanya, setelah masa perpanjangan itu selesai, kontraktor belum kunjung bisa menyelesaikan sejumlah item proyek.

Mereka mengajukan keringanan dan minta diberi kesempatan perpanjangan.

Sesuai aturan, menurut Tutik hal tersebut diperbolehkan.

“Itu (pemberian kesempatan) juga kami atur di kontrak dengan beberapa syarat. Maksimal 50 hari,” lanjut Tutik sembari menyebut berdasar adendum terakhir mereka memberi perpanjangan hingga 29 Januari nanti.

Syaratnya, kontraktor harus membayar denda keterlambatan. Jumlahnya 1/1000 dari nilai kontrak proyek atau Rp 23 juta per hari.

Dalam pengecekan kemarin, menurut Tutik progres proyek mencapai 95 persen. Ada beberapa item yang belum rampung.

Mulai pagar depan, papan nama, finishing penutup saluran air. Kemudian los area pasar basah, finishing los besar, penyelesaian instalasi pengelolaan air limbah (ipal), dan beberapa item lainnya.

“Kami monitor terus agar rekanan melakukan percepatan,” tandas Tutik usai menemani Dhito melakukan monitor dan evaluasi (monev) kemarin.

Dalam kesempatan kemarin, menurut Tutik Bupati Dhito juga sudah meminta kontraktor menggenjot realisasi fisik.

Sehingga, proyek bisa tuntas sesuai masa adendum kedua. Yaitu 29 Januari nanti.

Lebih jauh Tutik menegaskan, dilihat dari efisiensi anggaran, pembayaran denda Rp 23 juta per hari itu menguntungkan Pemkab Kediri.

Hitungan Jawa Pos Radar Kediri, jika kontraktor bisa menyelesaikan proyek pada 15 Januari nanti, ada uang Rp 345 juta yang masuk ke kas daerah.

Jumlah uang yang didapat akan menjadi Rp 667 juta jika kontraktor baru menyelesaikan proyek 29 Januari.

“Tapi kami juga melihatnya biar pasar itu cepat berfungsi. Segera secepatnya selesai biar pasar bisa difungsikan. Pedagang juga biar segera memasuki tempat yang baru," tandas Tutik sembari menyebut Dhito juga sudah menegaskan agar pedagang segera pindah.

Seperti diberitakan, pembangunan Pasar Ngadiluwih dianggarkan Rp 29,8 miliar. Rekanan memenangkan tender senilai Rp 23,8 miliar.

Konsep pembangunan Pasar Ngadiluwih dibuat sama dengan Pasar Wates. Yakni, pasar yang mengolaborasikan konsep tradisional, modern, dan budaya.

Jika luas Pasar Wates hanya 10 ribu meter persegi, Pasar Ngadiluwih lebih luas atau mencapai 13 ribu meter persegi. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita