KEDIRI, JP Radar Kediri- Kerusakan atap di beberapa area Pasar Pahing, Kota Kediri banyak dikeluhkan pedagang.
Atap yang bocor membuat aktivitas pengguna pasar tidak nyaman. Pasalnya saat diguyur hujan, air jadi merembes hingga membuat becek.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kerusakan rata-rata terjadi pada langit-langit atau plafon pasar. Di antaranya seperti ditemui di area jalan atau lorong depan kios, hingga di sentra daging.
Di beberapa area, kerusakan plafon nampak dari adanya lubang besar di atap-atap pasar. Syakur, salah satu pedagang di Pasar Pahing mengatakan, kerusakan di atap itu sudah cukup lama terjadi.
Setiap turun hujan, air selalu masuk ke area pasar lewat sela-sela atap maupun pipa air. “Nggak pernah sampai banjir, tapi kalau hujan ya bocor di jalannya,” ujar pedagang baju itu.
Akibatnya, setiap turun hujan, aktivitas jual-beli nyaris lumpuh. Tidak ada pembeli yang ke pasar meskipun pasar berada di dalam ruangan.
Selama dua tahun terakhir, menurutnya belum pernah ada perbaikan di kerusakan atap tersebut. “Karena orang-orang susah mau keliling, atap di jalannya banyak yang bocor,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Bahar. Penjahit di Pasar Pahing itu mengatakan, setiap turun hujan, beberapa area pasar menjadi tergenang air atau becek imbas atap yang bocor.
Sejak berjualan di sana pada dua tahun lalu, menurutnya kondisi atap sudah seperti itu. “Kalau hujan bocor, ngembong (tergenang) jalannya,” ungkap penjahit yang berjualan dari pagi hingga siang itu.
Menyikapi kondisi prasarana di Pasar Pahing, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi mengatakan pihaknya langsung mengidentifikasi kerusakan.
Menurutnya, beberapa kerusakan atap juga disebabkan angin kencang saat turun hujan. “Ini masih disurvei sama teman-teman untuk kerusakannya apa saja. Sebelum nanti kami RAB-kan (dibuatkan rencana anggaran biaya, Red) untuk dibenahi,” ujar pria yang akrab disapa Luthfi itu.
Pihaknya menargetkan, perbaikan atap bisa segera direalisasikan di awal tahun ini. Sehingga aktivitas jual-beli di pasar tradisional itu bisa nyaman dan aman kembali.
“Setelah teridentifikasi apa saja yang perlu diperbaiki, targetnya awal Januari ini sudah bisa terlaksana,” tandasnya. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita