Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Kakbah’ Masjid An-Nur Kediri Jadi Tempat Manasik, Revitalisasi Selesai

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 2 Januari 2026 | 22:27 WIB
JADI DAYA TARIK: Jemaah menyempatkan mampir ke miniatur Kakbah di Masjid An-Nur Pare setelah beribadah di sana. (Foto: Asad M.S)   
JADI DAYA TARIK: Jemaah menyempatkan mampir ke miniatur Kakbah di Masjid An-Nur Pare setelah beribadah di sana. (Foto: Asad M.S)  

KEDIRI, JP Radar Kediri-Masjid Agung An-Nur Pare kini semakin cantik dan megah. Selain gerbang baru di sisi utara lengkap dengan name board di sana, keberadaan miniatur Kakbah jadi daya pikat masyarakat.

Tidak sedikit yang menyempatkan berfoto di sana usai beribadah di masjid. 

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui Kabid Cipta Karya Joko Riyanto mengatakan, revitalisasi Masjid Agung An-Nur Pare selesai 22 Desember 2025 lalu.

Ada beberapa unit pekerjaan dalam rehabilitasi tahap II senilai Rp 1,6 miliar tahun lalu.

Mulai penambahan paving, pembangunan tempat parkir sepeda motor. Kemudian, pemasangan papan nama atau name board di sisi utara, serta penutup saluran.

Selain itu juga dilakukan pengecatan ulang atap masjid dan atap tempat wudhu.

“Ada juga penambahan akses disabilitas, lampu sorot menara, serta setting ulang dan penataan kabel sound system,” ungkap Joko sembari menyebut dinas perkim juga membangun fasilitas manasik haji di sisi utara masjid.

Khusus untuk sarana manasik haji, perkim tidak hanya membangun miniatur Kakbah. Melainkan juga signage atau penanda bukit Safa-Marwa.

“Di sana juga ditambahi vegetasi dan land development,” lanjutnya.

Joko membenarkan tentang antusiasme masyarakat memanfaatkan sarana dan prasarana (sarpras) di sana.

Salah satunya, replika Kakbah sudah beberapa kali digunakan untuk kegiatan manasik haji.

Untuk diketahui, revitalisasi kompleks Masjid An-Nur Pare dilakukan bertahap sejak 2024  sebelumnya, pada 2024 lalu dilakukan revitalisasi tahap I. Anggarannya sekitar Rp 3,9 miliar.

Proyek meliputi penggantian dan penambahan paving halaman depan.

Kemudian, membongkar tembok tepi jalan untuk memberi kesan masjid yang lebih terbuka dan ramah jemaah.

Selain itu, ada pula penggantian dinding kaca menjadi krawangan atau panel berlubang.

Jika sebelumnya suara di sana menggema, dengan penggantian tembok tersebut suara sudah tidak memantul.

Adapun di tahap II 2025 lalu, perkim juga melakukan penguatan pada tembok.

“Penambahan plat besi strip untuk penguatan struktur krawangan (tembok berlubang). Antisipasi jika jemaah bersandar di krawangan,” jelasnya sembari menyebut pihaknya juga sudah membangun akses disabilitas berupa toilet dan tempat wudhu di lantai 2. (sad/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pare kediri #Masjid An Nur