Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Salurkan Banmod Rombong untuk Eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus, Kemana Mereka Direlokasi?

Ayu Ismawati • Selasa, 30 Desember 2025 | 08:30 WIB

 

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara simbolis menyerahkan banmod rombong dan bansos kepada eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus. Penyerahan berlangsung saat apel di Balai Kota Kediri, Senin (29/12).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara simbolis menyerahkan banmod rombong dan bansos kepada eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus. Penyerahan berlangsung saat apel di Balai Kota Kediri, Senin (29/12).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kabar gembira bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya mangkal di Jalan Joyoboyo dan Patiunus.

Selain telah mendapatkan lokasi berjualan baru, mereka juga menerima bantuan modal (banmod). Banmod tersebut berupa rombong atau gerobak berdagang.

Secara simbolis, bantuan itu diserahkan oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat apel di Balai Kota Kediri kemarin (29/2).

Saat menyerahkannya, Vinanda mengatakan ada 24 PKL yang mendapat banmod. Gerobak baru tersebut bisa digunakan berdagang di tempat baru yang lebih nyaman dan aman.

Yakni di halaman Pasar Banjaran. Pasar tersebut akan menjadi sentra kuliner mulai pukul 14.00 hingga malam hari.

“Tempatnya lumayan strategis, lumayan luas. Harapan kami Kota Kediri bisa menjadi kota yang indah. Sehingga bapak ibu yang berdagang juga bisa nyaman di Pasar Banjaran,” kata Vinanda.

Baca Juga: Satpol PP Kota Kediri Bongkar Bangunan Semi Permanen yang Ditempati PKL

Masih menurut Vinanda, tempat berjualan yang lama menyalahi aturan. Tempat tersebut merupakan trotoar yang menjadi hak pengguna jalan.

Belum lagi, jika ada yang membeli mereka memarkirkan kendaraan secara sembarangan. Bisa memicu kemacetan hingga kecelakaan.

“Kami ingin selain nanti akan banyak pengunjung yang hadir, nanti juga bisa jadi sentra kuliner yang akan memberi kenyamanan kepada bapak ibu pedagang,” ucap Vinanda sambil berpesan agar para pedagang menjaga dan memanfaatkan bantuan sebaik-baiknya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri M. Ridwan menambahkan, pemilihan Pasar Banjaran sebagai tempat relokasi memang memerlukan banyak pertimbangan.

Salah satunya menimbang operasional pasar yang hanya sampai siang hari. Sehingga mulai sore hingga malam, kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan PKL.

Baca Juga: Batas Waktu Kebiasaan! Tempat PKL di Jl Patiunus dan Joyoboyo Dibongkar Pemkot Kediri Hari Ini

"Jadi nanti akan berjualan di semacam food court , ada angkringan. Kami kasih hiburan juga dengan harapan pengunjung bisa banyak di sana dan PKL benar-benar berdaya," tandas Ridwan.

Selain menerima banmod berupa rombong, 17 PKL di antaranya juga menerima bantuan sosial (bansos) dari Dinas Sosial Kota Kediri. Masing-masing mendapatkan bansos senilai Rp 1,4 juta.

Rencananya, setelah penyaluran secara simbolis kemarin, para PKL segera menempati lokasi baru dengan rombong tersebut.

"Nanti kami tetap bekerja sama dengan Perumda Pasar Jayabaya. Harapannya bisa segera direalisasikan karena PKL kita ini sudah agak lama menunggu. Sebagian ada yang tidak berjualan. Ada yang pindah berjualan di tempat lain dan ada yang sementara berjualan di rumah," ungkap Ridwan memastikan relokasi bisa segera direalisasikan.

Sementara itu, bekas lokasi PKL di Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus dipastikan tidak akan difungsikan sebagai tempat berjualan kembali. Akan dikembalikan sebagaimana fungsinya sebagai jalan dan trotoar.

“Khususnya di Jalan Patiunus karena itu jalan, jadi tidak bisa digunakan untuk usaha atau apapun.Tentunya berisiko kalau ada PKL di situ,” tegasnya.

Baca Juga: Momen Libur Panjang, Satpol PP Imbau PKL Jalan Dhoho Kediri Pasang Informasi Harga

Sedangkan di Jalan Joyoboyo, Pemkot Kediri memiliki rencana lain dalam mengelola kawasan tersebut. Untuk saat ini, kawasan itu akan dikembalikan sebagaimana fungsinya sebagai trotoar.

Tidak menutup kemungkinan, nantinya di sana juga akan difungsikan sebagai taman.

Terpisah, Triyo Warjono, salah satu penerima manfaat PKL mengaku senang dengan pemberian bantuan rombong dan relokasi itu. Menurutnya sejak tertibkan pada akhir Mei lalu, beberapa PKL beralih berdagang di rumah. Namun, tak sedikit pula yang sementara itu tidak berjualan.

“Mohon doanya semoga usaha kami bisa lancar di lahan yang baru,” ungkap pria yang sehari-hari berjualan kopi dan makanan rumahan itu.

Sebelumnya, dia sudah menempati lapak di Jalan Patiunus mulai tahun 2000. Sejak ditertibkan, dia memilih untuk berjualan di rumah.

Terkait tempat relokasi di Pasar Banjaran, menurutnya lokasi itu cukup luas. Dengan akses jalan yang juga cukup strategis.

Dia pun berharap di tempat baru nanti, usahanya bisa lebih ramai dari sebelumnya.

"Kami akan menggunakan sebaik mungkin. Kelihatannya tetap akan menjual kopi dan makanan seperti sebelumnya, tapi lihat-lihat juga permintaan pasar nanti seperti apa. Dan kebetulan kami juga dikasih modal, jadi nanti bisa menambah menu yang lain," harapnya. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#relokasi pkl #pkl #wali kota kediri vinanda prameswati #bantuan modal #kota kediri