KEDIRI, JP Radar Kediri- Vakum selama enam tahun, Napak Tilas Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman kembali digelar kemarin (20/12).
Para peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa antusias berjalan kaki menempuh rute 53 kilometer.
Tidak sedikit pula yang menggunakan kostum ala pejuang kemerdekaan, hingga kostum Wiro Sableng.
Adalah Ribandi, 51, peserta asal Krian, Sidoarjo yang memilih tampil nyentrik di Napak Tilas Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman. Dia sengaja menggunakan kostum Wiro Sableng.
Lengkap dengan jubah dan ikat kepala putih yang dibubuhkan angka 212 khas sang pendekar silat legendaris itu. Tak lupa ornamen Kapak Naga Geni dari styrofoam juga dipikulnya di punggung.
Rupanya, kostum tokoh fiksi novel pesilat itu sengaja dipilihnya untuk memeriahkan acara.
“Saya baru pertama kali ini ikut (Napak Tilas Jenderal Soedirman). Kalau saya memang senang ikut gerak jalan seperti ini. Kebetulan dengar ada acara ini, ya saya ikut,” ujar pria yang akrab disapa Bandi itu.
Bersama seorang temannya, dia tiba di Kota Kediri malam hari sebelumnya. Bandi pun memilih bermalam di tenda yang sudah disiapkan di halaman Balai Kota Kediri.
Karena rute yang panjang serta melintasi medan yang terjal, dia mengaku sudah menyiapkan diri sejak beberapa hari sebelumnya.
“Latihan terus sejak sebulan sebelum berangkat. Paling latihan jalan saja 1 – 2 jam bahkan sampai 3 jam,” ungkapnya yang berharap bisa dapat doorprize untuk kostumnya.
Selain Bandi, sejumlah peserta juga totalitas menggunakan kostum ala pahlawan pejuang kemerdekaan. Beberapa di antaranya bahkan berusaha mereka ulang gerilya Soedirman dengan membawa tandu.
Salah satunya Melani, pelajar SMP Pawyatan Daha 2 yang kemarin ikut napak tilas bersama teman-temannya. Gadis berusia 14 tahun itu mengenakan setelan baju veteran berwarna cokelat. Selain itu, rombongannya juga membawa ornamen tandu.
“Ceritanya ingin mengangkat perjuangan pahlawan. Karena temanya kan Jenderal Soedirman, jadi kami sesuaikan pakai kostum ini,” tutur gadis yang kemarin juga membawa senapan dari pelepah pisang itu.
Bersama tujuh temannya, pelajar SMP itu mengaku antusias mengikuti napak tilas. Persiapan juga sudah dia lakukan jauh-jauh hari.
Mulai latihan fisik hingga mempersiapkan kostum dan properti. Meskipun harus menempuh jarak yang panjang dan medan ekstrem, semangatnya tak kendur.
“Sebelumnya sudah latihan rutin, latihan running. Jadi sudah siap,” paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kegiatan itu pertama kali digelar setelah sempat vakum selama 6 tahun. Napak Tilas Gerilya Jenderal Soedirman terakhir kali digelar pada 2019 lalu atau sebelum Pandemi Covid-19.
Vinanda menilai, kegiatan itu merupakan momentum mengingat kembali perjuangan pahlawan. Khususnya penghormatan bagi Jenderal Soedirman.
“Harapan kami melalui kegiatan ini bisa meningkatkan rasa cinta tanah air, bisa memperkuat kebersamaan, dan juga meningkatkan semangat juang. Khususnya bagi generasi muda,” ujar Vinanda.
Total ada 1.900 peserta yang mengikuti napak tilas. Selain dari Kediri Raya, peserta berasal dari berbagai daerah di Mataraman. Mulai dari Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan beberapa daerah lain di Jatim.
Sejumlah pejabat Forkopimda Kota Kediri juga mengikuti acara tersebut.
Mulai Kapolresta AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri Raden Roro Theresia Tri Widorini, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri Khairul, Wawali Qowimuddin, hingga Kapolrestabes Surabaya Kombespol Lutfie Sulistiawan juga antusias berkostum ala Soedirman. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita