Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tambal Kekurangan Pendapatan, Ini Langkah Perumda Pasar Jayabaya Kota Kediri

Ayu Ismawati • Rabu, 3 Desember 2025 | 23:52 WIB
Digitalisasi parkir di Pasar Banjaran Kota Kediri.
Digitalisasi parkir di Pasar Banjaran Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Kediri harus tancap gas merumuskan inovasi meningkatkan pendapatan.

Salah satunya Perumda Pasar Jayabaya yang realisasi pendapatannya hingga minggu kedua November lalu masih di bawah target.

Menindaklanjuti evaluasi dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, BUMD pengampu sembilan pasar itu sudah mempersiapkan sejumlah langkah.

Direktur Utama Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Luthfi mengatakan, pemkot mendorong adanya digitalisasi retribusi di pasar.

Dalam waktu dekat, ada empat pasar tradisional yang ditargetkan mulai diterapkan digitalisasi. Meliputi digitalisasi parkir dan jasa pelayanan sewa kios, los, dan pelataran.

“Yang parkir kami tahap awal sudah di Pasar Banjaran. Itu nanti akan kami lanjutkan di tiga pasar besar. Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, dan Pasar Pahing,” ujar Luthfi.

Sedangkan untuk digitalisasi jasa pelayanan sewa kios, los, dan pelataran, menurutnya sudah berjalan di dua pasar besar. Yakni, di Pasar Grosir dan Pasar Banjaran.

Ke depannya, pihaknya menargetkan digitalisasi juga dikembangkan secara bertahap di pasar-pasar yang lain.

“Ini sebagai bentuk transparansi pengelolaan dan akuntabilitas. Yang kedua juga untuk peningkatan pendapatan,” bebernya terkait tujuan dilakukannya digitalisasi di pasar tradisional.

Upaya menerapkan inovasi itu tak selalu berjalan lancar. Luthfi mengungkapkan, salah satu kendala saat ini adalah masyarakat pasar yang masih belum terbiasa dengan penggunaan teknologi. “Tapi pelan-pelan kami sosialisasikan, edukasikan,” ucapnya.

Sedangkan untuk rencana revitalisasi pasar, Luthfi mengungkapkan kebutuhan revitalisasi besar saat ini ada di Pasar Mrican. Dia mengatakan, rencana revitalisasi pasar itu masih dalam tahap pengusulan.

“Tetapi memang masih banyak kendala di Pasar Mrican. Terutama lahan karena Pasar Mrican kan berada di pinggir jalan. Sehingga ramai sekali,” ungkap Luthfi.

Seperti diberitakan, sejumlah BUMD di Kota Kediri agaknya harus lebih bekerja ekstrakeras di akhir 2025 ini.

Pasalnya, hingga minggu kedua November lalu, dua dari tiga BUMD di Kota Kediri masih belum bisa memenuhi target pendapatan asli daerah yang dibebankan.

Pemkot Kediri pun menggelar evaluasi dan mendorong agar BUMD bisa berinovasi dan meningkatkan kinerjanya.

Dari hasil pemaparan laporan realisasi laba rugi hingga pertengahan November, kinerja BPR Bank Kota Kediri secara umum belum mencapai target sesuai RKA.

Baik berdasar beberapa indikator utama mulai pendapatan operasional, laba operasional, maupun laba berjalan.

Untuk pendapatan operasional, realisasi seluruh triwulan masih di bawah proyeksi. Khusus November saja, realisasi baru mencapai Rp 7,9 miliar dari target Rp 9,9 miliar.

Sedangkan Perumda Pasar Jayabaya, realisasi pendapatan jasa layanan selama Januari-November juga masih di bawah target. Yakni, realisasinya mencapai Rp 16,3 miliar dari target Rp 21,3 miliar.

Sementara itu untuk PDAM Kota Kediri cenderung menunjukkan kinerja yang relatif positif. Meskipun beberapa indikator masih berada di bawah target RKA seperti pendapatan usaha November yang ditarget Rp 17 miliar, baru tercapai Rp 16,3 miliar hingga minggu kedua November.

Namun, untuk laba (rugi) bersih hingga minggu kedua November ini sudah mencapai 1,63 miliar dari target November Rp 1,3 miliar.

Dengan capaian yang masih di bawah target itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meminta agar seluruh BUMD meningkatkan kinerjanya. Sehingga, pendapatan asli daerah (PAD) yang disetor bisa sesuai target.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Perumda Pasar #Jayabaya #pendapatan #kota kediri